Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 20/08/2008

Confederaci˘n Hidrografica berminat kelola air di Indonesia

ZARAGOZA: Departemen Pekerjaan Umum menjajaki kerja sama dengan Confederaci˘n Hidrografica del Ebro, Kerajaan Spanyol dalam pengelolaan sumber daya air (SDA) di Indonesia.

Eddy A. Djajadiredja, Sekretaris Ditjen SDA Departemen PU, sekaligus Ketua Tim Teknis Expo Zaragoza 2008, mengatakan kerja sama itu terutama pemanfaatan SDA bagi irigasi, air minum, dan penanggulangan banjir.

"Kami sudah bertemu dengan pimpinan Confederaci˘n Hidrografica del Ebro. Dalam waktu dekat, kami akan membuat nota kesepahaman," katanya seusai mengunjungi Waduk Loteta, Bardenas Aragon, Spanyol, kemarin.

Menurut Eddy, pihaknya menilai konfederasi yang melibatkan banyak pemangku kepentingan dalam pengelolaan Sungai Ebro sukses mengatur penggunaan air secara berkelanjutan.

Konfederasi yang juga lembaga independen itu bertanggung jawab mengatur penggunaan air dari Sungai Ebro yang rata-rata kapasitasnya mencapai 18.200 hektometer kubik (hm3) per tahun.

Dia memaparkan konfederasi di bawah Kerajaan Spanyol amat berkuasa dalam mengatur sumber daya air Sungai Ebro untuk 9 daerah otonomi, 18 provinsi, 1.715 kabupaten yang berada pada 5.423 desa dan 3 juta orang penduduk.

Eddy melanjutkan kesuksesan konfederasi itu patut dicontoh Indonesia karena mampu membagi air yang merupakan barang langka di Spanyol secara adil.

Dia mencontohkan air dibagi menurut persentase pertanian sebesar 11,1%, industri 26%, konstruksi 9,2%, dan rumah tangga 53,7%.

"Mereka [Hidrografica del Ebro] sangat antusias saat kami menyampaikan rencana kerja sama," ucap Eddy.

Sejak awal, dia menyatakan Menteri PU Djoko Kirmanto dan Dirjen SDA Iwan Nursyirwan menugaskan Tim Teknis Expo Zaragoza 2008 menjalin kerja sama dengan Spanyol untuk mengembangkan sistem pengaturan air di Indonesia.

Sementara itu, Presiden Confederaci˘n Hidrogr fica del Ebro Jose Luis Alonso Gajon menyatakan konfederasi merupakan lembaga independen, di mana setiap kebijakan yang diterbitkan harus melalui konsultasi publik dalam waktu minimal 6 bulan.

Selanjutnya, kebijakan itu akan dikuatkan dengan Royal Decree No. 97/2007.

"Konfederasi mengatur pemanfaatan air Sungai Ebro ke 6.000 pusat penduduk, pertanian, industri, perikanan, rekreasi, dan transportasi," ucap Gajon.

Oleh Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • 'Mengerem KPR tindakan keliru'
  • PILAR
    Investasi Cybercity Rp2,36 triliun
  • PILAR
    Pembebasan lahan pakai konsinyasi
  • Pengembang Surabaya gencar tawarkan pembiayaan in house