Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 27/08/2008
Wika diminta tak setop konstruksi tol Sumo
JAKARTA: PT Wijaya Karya (Wika) Tbk selaku kontraktor proyek tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) diminta tidak menghentikan pekerjaan proyek itu meskipun ada rencana pengalihan saham di PT Marga Nujyasumo Agung, pemilik konsesi jalan bebas hambatan itu.
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan rencana akuisisi saham PT Marga Nujyasumo Agung oleh PT Jasa Marga seharusnya tidak menganggu proses konstruksi.
"Harusnya pekerjaan tidak berhenti, karena siapapun pemenangnya, kontraktornya tetap Wika. Akuisisi saham juga tidak akan mengubah nilai kontrak, proyeknya harus tetap berjalan," katanya di Jakarta, kemarin.
Menanggapi permintaan Menteri PU, Direktur Operasional I Wijaka Karya Budiharto mengatakan penghentian pekerjaan bukan disebabkan adanya proses akuisisi saham, melainkan belum adanya perkembangan pembebasan tanah pada proyek itu.
"Konstruksi bisa dilanjutkan jika pembebasan lahan bertambah. Kami akan meneruskan pekerjaan lagi setelah ada tambahan pembebasan tanah," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.
Proyek pekerjaan seksi IA tol Surabaya-Mojokerto terhenti sejak dua bulan lalu karena PT Marga Nujyasumo Agung kesulitan pendanaan. Padahal dalam perjanjian seharusnya seksi pertama itu beroperasi pada Juli lalu.
Berdasarkan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT), proyek itu dipegang oleh PT Marga Nujyasumo Agung yang dimiliki oleh PT Moeladi sebesar 36,5%, PT Jasa Marga Tbk 16%, PT Dressa Cipta 20%, PT Kaliurang Daya Cipta 15%, dan PT Induco Matra 12,5%.
PT Marga Nujyasumo Agung kemudian berencana melepas sebagian sahamnya untuk mengejar target pekerjaan tol sepanjang 37 kilometer itu agar bisa beroperasi awal 2010.
PT Wika yang menjadi kontraktor proyek itu, lalu menyatakan minatnya untuk mengambil alih saham proyek tol Surabaya-Mojokerto itu hingga 51%.
BUMN lainnya, Jasa Marga juga berencana memperbesar porsi sahamnya menjadi 55% dan sudah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Marga Nujyasumo Agung.
Djoko mengatakan sudah meminta keterangan dari investor tol Sumo yang dihadiri oleh Jasa Marga, Marga Nujyasumo Agung dan perwakilan dari Wika.
Proses uji tuntas
Menteri PU mengatakan kepastian penjualan saham dari Marga Nujyasumo Agung akan ditentukan proses uji tuntas (due diligence) oleh Jasa Marga selama satu bulan.
"Jika Jasa Marga yang menang, semuanya [empat investor lain] harus dukung [Jasa Marga]. Sampai sekarang belum bisa diputuskan [pemegang konsesi baru] karena masih tunggu proses due diligence," katanya.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Nurdin Manurung mengatakan konstruksi jalan tol di Sumo terhenti sekitar dua bulan lalu. Proses akuisi saham atau penjualan saham sebaiknya tidak mengganggu proses konstruksi.
Dirut Wika Bintang Perbowo mengatakan pekerjaan konstruksi dihentikan sementara karena proses pembebasan tanah oleh panitia pembebasan tanah yang terdiri dari Departemen PU, investor, dan dinas setempat belum rampung.
"Proses konstruksi baru sekitar 5% sampai 6%. Dari dana Rp1,8 triliun untuk konstruksi, kami baru terima Rp107 miliar. Prosesnya belum bisa dilanjutkan jika dana tidak ada dan pembebasan tanah belum selesai," katanya.
Bintang mengatakan siapapun investor baru yang akan menggarap proyek itu, Wika tetap akan melanjutkan proses konstruksi untuk mengejar target beroperasi pada awal 2010.
Dirut Jasa Marga Frans Satyaki Sunito mengatakan akan mengurus jika transaksi pembelian saham dari MNA selesai setelah uji tuntas.
"Proses konstruksi akan dilanjutkan setelah due diligence," katanya akhir pekan lalu.
Ruas tol Sumo merupakan bagian dari proyek tol trans-Jawa. Lahan yang dibutuhkan sekitar 703 hektare. Tol ini akan melewati 32 desa dan sembilan kecamatan di empat kota/ kabupaten. Proses pembangunan dibagi menjadi empat seksi dan sampai saat ini sudah masuk tahap konstruksi di seksi I.
Seksi I melewati Waru-Western Ring Road (6,60 km), seksi II mulai Eastern Ring Road-Driyorejo (5,30 km), seksi III dari Driyorejo-Krian (6,10 km), dan seksi IV sepanjang 18,55 km mulai dari Krian menuju Mojokerto.
Ruas Surabaya-Mojokerto ini memerlukan investasi senilai Rp2,23 triliun. Tiga bank yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT Bank Bukopin Tbk telah berkomitmen kredit sebesar Rp1,52 triliun pada MNA. (20) (redaksi@ bisnis.co.id)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Ramai-ramai bergeser ke timur
- Gedung-gedung jangkung 'menyerbu' Bandung
- PILAR
'Kerja sama air tak hambat PDAM' - PILAR
Renovasi Pluit Village sesuai jadwal - Pengembang tunggu juknis rusunami