Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 27/08/2008

Indomegah rancang Mangga Dua Vista senilai Rp739 miliar

JAKARTA: PT Indomegah Cipta Bangun Citra, firma arsitek nasional, meraih kontrak pekerjaan proyek Mangga Dua Vista seluas 230.000 meter persegi yang dibangun di lahan 3,8 hektare.

Proyek senilai Rp739 miliar atau sekitar US$80,31 juta itu merupakan proyek terpadu, terdiri dari mal tiga lantai, gedung perkantoran setinggi 17 lantai, hotel setinggi 20 lantai, 60 unit ruko empat lantai, dan dua menara apartemen setinggi 32 lantai.

Sumber Bisnis menyebutkan proyek yang berlokasi di Jalan Mangga Dua Raya itu belum diketahui pengembangnya, tapi arsiteknya adalah Indomegah Cipta Bangun Citra.

"Proyek itu rencananya mulai digarap Juni tahun depan secara bertahap dengan proyek pertama, yaitu mal, perkantoran, apartemen dan ruko. Sementara itu, hotel digarap sekitar Oktober," ungkapnya, kemarin.

Disebutkan nilai investasi proyek itu mencapai sekitar Rp739 miliar dengan perincian kantor dan mal Rp200 miliar (US$21,74 juta), rumah toko (ruko) senilai Rp108 miliar (US$11,74 juta), apartemen Rp331,23 miliar (US$36 juta), dan hotel Rp100 miliar (US$10,87 juta).

Menurut sumber itu lagi, sebagian proyek yang dimulai pembangunannya pada Juni 2009 dijadwalkan selesai dalam jangka setahun hingga bisa beroperasi.

Proyek baru


Manajer Riset Jones Lang LaSalle Anton Sitorus mengatakan proyek yang dijadwalkan memang akan masih banyak bermunculan dalam beberapa tahun ke depan.

Soal Mangga Dua Vista, lanjutnya, pihaknya belum memiliki informasi, tetapi diperkirakan proyek itu merupakan proyek dari salah satu pengembang papan atas.

Dia mengatakan catatan proyek yang meramaikan pasokan properti di Jakarta cukup besar, yaitu apartemen mencapai 31.000 unit hingga 2012, ritel sewa seluas 800.000 meter persegi hingga 2010, ritel jual putus 170.000 meter persegi, dan perkantoran mencapai 1.000.000 meter persegi hingga 2010.

Menurut dia, pengembangan proyek superblok atau proyek properti terpadu menjadi penyumbang terbesar untuk pasokan apartemen, perkantoran, dan mal.

Oleh Irsad Sati
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • 'Mengerem KPR tindakan keliru'
  • PILAR
    Investasi Cybercity Rp2,36 triliun
  • PILAR
    Pembebasan lahan pakai konsinyasi
  • Pengembang Surabaya gencar tawarkan pembiayaan in house