Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 27/08/2008

Perbaikan jalan pantura tersendat

CIREBON: Polwil Cirebon berniat menyurati kontraktor yang membangun proyek perbaikan jalan dan jembatan di sepanjang jalur pantai utara karena hingga kemarin masih banyak yang belum menyelesaikan proyeknya.

Kapolwiltabes Cirebon Kombes Pol. Nasser Amir mengatakan pada pemantauan terakhir yang dilaksanakan kemarin masih banyak proyek jalan dan beberapa jembatan di sepanjang jalur pantura yang belum selesai dikerjakan dan dikhawatirkan hingga pelaksanaan mudik proyek tersebut belum rampung.

"Untuk itu kami meminta kepada penanggung jawab proyek untuk mempercepat pengerjaan proyeknya. Rencananya saya akan mengirimi surat permohonan agar proyek bisa dipercepat," katanya seusai rapat koordinasi dengan unsur muspida Cirebon terkait pengamanan jalur mudik, kemarin.

Nasser Amir mengatakan akan memberikan tenggat paling lambat H-10 Lebaran kepada semua kontraktor untuk  menyelesaikan pekerjaannya.

Beberapa ruas jalan yang terpantau belum selesai pengerjaannya antara lain delapan titik jalan rusak di sepanjang Losari hingga Cirebon, beberapa jembatan dan sejumlah titik dari Cirebon hingga Subang.

Dia menyatakan jika ada upaya dari pemimpin proyek yang menahan diri untuk mengambil keuntungan pribadi, seperti menahan dananya di bank agar mendapatkan bunga bank, pihaknya tidak segan-segan untuk melakukan penyelidikan.

Selain terkait jalan yang rusak, Nasser juga meminta kepada pemerintah setempat untuk dapat menertibkan pasar tumpah.

"Pasar tumpah selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan. Jika ada indikasi oknum yang melindungi preman pasar tumpah kami siap menindaknya," kata dia. (k41)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Pemerintah siap berikan fasilitas jalan tol
  • Masalah bertambah
  • Pengembang siasati pendanaan proyek
  • Ramai-ramai bergeser ke timur
  • Gedung-gedung jangkung 'menyerbu' Bandung
  • PILAR
    'Kerja sama air tak hambat PDAM'
  • PILAR
    Renovasi Pluit Village sesuai jadwal
  • Pengembang tunggu juknis rusunami
  • Bank diminta kucurkan kredit perumahan