Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 04/09/2008

Uway Makmur garap properti US$21,7 juta

JAKARTA: PT Uway Makmur mengembangkan proyek apartemen, hotel, convention center seluas 41.000 meter persegi di Batam, Kepulauan Riau dengan perkiraan investasi US$21,7 juta atau sekitar Rp198 miliar.

Perusahaan itu akan mengembangkan hotel sembilan lantai dan tiga menara apartemen setinggi 11 lantai yang rencananya mulai digarap pada akhir tahun ini.

Menurut sumber Bisnis, Uway telah menunjuk PT Baganusa Daya Prima sebagai arsitektur struktur dan PT Art Design Indonesia sebagai arsitek proyek tersebut.

"Hotel sembilan lantai terdiri dari 200 kamar tidur dengan luas bangunan 11.000 meter persegi. Sementara itu, tiga menara apartemennya terdiri dari 300 unit. Konstruksi diharapkan mulai Desember 2008. Waktu penyelesaian belum ditentukan," ujarnya, kemarin.

Dia menambahkan investasi proyek itu mencapai US$21,7 juta yang terdiri dari US$16,3 juta untuk apartemen dan US$5,44 juta untuk hotel dan tempat konvensi.

Selain itu, Uway telah menunjuk Aston International Indonesia sebagai operator hotel dan apartemen itu saat beroperasi nantinya.

Sampai berita ini diturunkan, Bisnis belum berhasil mendapatkan keterangan dari Direktur Uway Makmur Herry Syamsul. Akan tetapi, menurut salah satu staf manajemen perusahaan itu, mereka tengah melakukan pengukuran lahan dan diperkirakan proyek itu baru bisa digarap mulai tahun depan.

Bidik Singapura

Proyek itu sendiri berlokasi di Batam Center, Batam.

Kedekatan geografis Batam dengan Singapura diyakini banyak kalangan pengusaha realestat di Batam akan mampu menopang pasar properti di kota tersebut.

Terutama setelah Sentosa dan Marina Bay dikembangkan sehingga diyakini akan ikut mendongkrak permintaan properti di Batam oleh pembeli asal Singapura.

"Peningkatan jumlah pembangunan perumahan cukup pesat setelah Singapura mengumumkan pembangunan Sentosa Cove," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perusahaan Realestat Indonesia Batam Eddy Hussy seperti dikutip Antara, belum lama ini.

Oleh Irsad Sati
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • 'Mengerem KPR tindakan keliru'
  • PILAR
    Investasi Cybercity Rp2,36 triliun
  • PILAR
    Pembebasan lahan pakai konsinyasi
  • Pengembang Surabaya gencar tawarkan pembiayaan in house