Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 05/09/2008

Penyelesaian proyek tol Solo-Kertosono mundur

JAKARTA: Departemen Pekerjaan Umum memastikan target pembangunan tol Solo-Kertosono sepanjang 118,71 kilometer tidak tercapai karena dana pembebasan tanah yang disediakan pada APBN 2009berkurang menjadi Rp200 miliar dari rencana awal Rp1,06 triliun.

Menteri pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan akan mengevaluasi target dan pekerjaan ruas tol itu karena dana untuk pembebasan tanah tidak terpenuhi.

"Targetnya dievaluasi dulu. Namun, dana Rp200 miliar itu sudah cukup untuk pembebasan tanah secara bertahap," katanya seusai rapat kerja dengan Komisi V DPR, kemarin.

Ruas tol Solo-Kertosono merupakan bagian dari tol trans-Jawa. Ruas ini dibagi menjadi dua paket pekerjaan, yaitu ruas Solo-Mantigan-Ngawi sepanjang 69,20 km, kemudian Ngawi-Kertosono sepanjang 49,51 km.

Proyek ini merupakan salah satu ruas yang membutuhkan dukungan pemerintah. Pemegang konsesi PT Thiess Contractors Indonesia sudah melakukan negosiasi dengan Departemen PU mengenai besaran dukungan dana yang harus disiapkan pemerintah.

Rencananya, pemerintah membangun sepanjang 58,4 km atau sekitar 49% dari total yang harus dibangun. Pada 2008 Departemen PU mengalokasikan dana Rp739 miliar untuk pembebasan tanah, kemudian direvisi menjadi Rp323 miliar akibat adanya program penghematan. Pada 2009, pemerintah kembali merevisi alokasi dana pembebasan tanah dari semula Rp1,06 triliun menjadi Rp200 miliar, sehingga target ruas tol itu beroperasi pada 2010 dipastikan tidak tercapai.

Kebutuhan biaya konstruksi tol itu sebesar Rp2 triliun rencananya dialokasikan melalui dua tahun anggaran pada APBN 2009 dan 2010 juga belum terpenuhi.

Djoko mengatakan meskipun ada pengurangan dana, tetapi proyek itu akan tetap berjalan perlahan. Sisa kebutuhan dana bisa dipenuhi dalam anggaran tahun berikutnya.

"Saya yakin masih bisa berjalan. Sekarang pembayaran pembebasan sudah dimulai. Ini kan proyek multiyears [tahun jamak], sisanya bisa dimasukkan anggaran tahun berikutnya," ujarnya.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Nurdin Manurung mengemukakan akan segera berkoordinasi dengan investor dari swasta untuk mengevaluasi pengurangan dana tersebut. (20) (redaksi@bisnis.co.id)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • 'Mengerem KPR tindakan keliru'
  • PILAR
    Investasi Cybercity Rp2,36 triliun
  • PILAR
    Pembebasan lahan pakai konsinyasi
  • Pengembang Surabaya gencar tawarkan pembiayaan in house