Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 05/09/2008

Realisasi rusunawa oleh Kemenpera baru 30%

JAKARTA: Kemenpera baru merealisasikan pembangunan 180 menara kembar rumah susun sederhana sewa (rusunawa) atau 30% dari target 600 menara selama 2004-2009.

Deputi Bidang Perumahan Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera) Formal Zulfi Syarif Koto mengatakan pembangunan rusunawa itu menggunakan anggaran tahun jamak. Sebanyak 45 menara kembar rusunawa itu masih dikerjakan menggunakan anggaran APBN 2007, sedangkan pada 2009 hanya akan dikerjakan 60 menara karena anggarannya masih terbatas.

"Dari target renstra [rencana strategis] 600 menara, baru terealisasi 30%. Sekarang ada kenaikan biaya pembangunan rusunawa dari Rp8 miliar menjadi Rp10 miliar per twin block [menara kembar]. Jadi, target renstra kemungkinan sulit tercapai," katanya kemarin.

Rusunawa yang dibangun oleh Kemenpera sebagian besar ditujukan untuk mahasiswa, buruh, dan pekerja.

Zulfi mengatakan anggaran untuk rusunawa pada 2009 hanya disetujui Rp458 miliar untuk 5.760 unit atau setara 60 menara dari usulan dana Rp690 miliar (6.240 unit).

"Kebutuhannya sangat besar, tetapi kemampuan anggaran terbatas."

Beberapa rusunawa yang sudah dibangun a.l. empat rusunawa di Universitas Indonesia, Depok. Satu menara berkapasitas 116 unit. Kemudian masing-masing empat menara kembar di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang, di Institut Pertanian Bogor, dan di Cingised, Bandung.

Kemenpera pada tahun ini juga sudah meresmikan sekitar 30 menara kembar rusunawa di Batam, Medan, Semarang, dan Makassar.

Zulfi mengatakan akan mengusulkan ke Departemen Pendidikan Nasional agar menyisihkan 1% dari anggaran pada 2009 sekitar Rp70 triliun untuk pembangunan rusunawa bagi mahasiswa.

Departemen PU


Dalam perkembangan lain, program pembangunan rusunawa di Departemen PU sebanyak 6.300 unit untuk 2009 tidak akan tercapai.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan kebutuhan dana pada 2009 mencapai Rp58,7 triliun, tetapi hanya disetujui Rp35,6 triliun, sehingga beberapa proyek terpaksa ditunda.

"Program pembangunan rusunawa sebanyak 6.300 unit terpaksa ditunda dahulu."

Program pembangunan rusunawa di Departemen PU untuk penanggulangan kawasan kumuh dan menampung masyarakat miskin kota.

Pembangunan rusunawa melibatkan pemerintah daerah yang bertugas menyediakan tanah dan lahan, sedangkan biaya pembangunan ditanggung oleh pemerintah pusat. (20)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • 'Mengerem KPR tindakan keliru'
  • PILAR
    Investasi Cybercity Rp2,36 triliun
  • PILAR
    Pembebasan lahan pakai konsinyasi
  • Pengembang Surabaya gencar tawarkan pembiayaan in house