Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 06/10/2008

PILAR
29% Jalan di Kotabaru rusak parah

KOTABARU: Dinas Pekerjaan Umum Kotabaru, Kalsel mengungkapkan 29% jalan di daerah itu berpotensi mengalami rusak parah.

"Kerusakan jalan terparah telah terjadi di daerah-daerah tambang batu bara, dan perusahaan perkebunan kelapa sawit, dan kayu. Ditemukan banyak armada yang mengangkut muatan melebihi kapasitas jalan kelas III B," kata Masrudin, Kabid Binamarga Dinas PU Kotabaru, akhir pekan lalu.

Berdasarkan hasil survei, panjang jalan yang ada di wilayah Kabupaten Kotabaru mencapai 1.827,73 kilometer. Dari jumlah itu, 494,09 km di antaranya dalam kondisi baik, 702,39 km kondisi sedang, sedangkan 336,35 km yang lainnya rusak ringan, serta 294.910 km dalam kondisi rusak berat.

Menurut Masrudin, selain disebapkan oleh muatan yang melebihi kapasitas jalan, buruknya kondisi prasarana jalan juga disebabkan akibat keterlambatan dalam melakukan perbaikan, serta kurang tersedianya dana perawatan yang memadai.

Hal ini dialami secara merata pada hampir semua ruas jalan, baik jalan nasional, provinsi maupun jalan kabupaten atau kota.

"Kami tidak menutup mata terhadap kenyataan ini, kami hanya dapat melakukan proritas terhadap ruas-ruas jalan yang padat dan mendesak harus dibangun dan diperbaiki sehingga tidak mengganggu pengangkutan, distribusi barang, dan penumpang." (Antara)

bisnis.com

Berita Lain

  • PILAR
    Suramadu akan sesuai jadwal
  • BPJT & investor bahas proyek 2009
    Usulan perubahan kontrak sudah disampaikan
  • Semarang-Solo siap konstruksi
  • Bahama garap hunian komersial di Tanah Lot