Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 07/10/2008

IAP akan survei 14 kota

JAKARTA: Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) akan melakukan survei tingkat kenyamanan hidup di 14 kota besar di Indonesia untuk menilai kualitas tata ruang dan infrastruktur sebuah daerah.

Kota besar yang akan diukur tingkat kenyamanan hidupnya adalah Medan, Pekanbaru, Padang, Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Samarinda, Pontianak, Manado, dan Makassar.

Sekjen IAP Bernardus Djonoputro mengatakan perkem-bangan kawasan perkotaan dengan intensitas tinggi akan mendorong kota menjadi tidak teratur, sehingga menurunkan tingkat kenyamanan bagi warga.

Tingkat kenyamanan hidup di suatu kota ini dapat diukur melalui most liveable city index (MLCI).

Bernardus mengatakan indeks ini merupakan perhitungan tahunan yang menunjuk- kan tingkat kenyamanan warga kota untuk tinggal, menetap, dan beraktivitas di suatu kota yang ditinjau dari berbagai aspek kehidupan kota, termasuk kemudahan akses me- nuju tempat kerja, biaya hidup, kualitas lingkungan, pelayanan publik, dan kualitas interaksi sosial.

"Kami akan melakukan MLCI untuk kota-kota besar di Indonesia, ini merupakan survei pertama yang dilakukan di Indonesia yang dilakukan dengan pendekatan dari masyarakat bawah dan melibatkan partisipasi masyarakat dalam menilai kualitas kota tempat tinggal mereka," katanya dalam situs resmi Departemen Pekerjaan Umum.

Ketua IAP Iman Soedrajat mengatakan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu pertimbangan dan masukan bagi para pemangku kepentingan kota dalam pembangunan kota.

Bagi warga kota, indeks ini dapat dijadikan suatu perbandingan relatif kualitas kota tempat tinggalnya dengan kota lainnya sebagai dasar bagi perbaikan lingkungan kota tempat tinggalnya. (20)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PILAR
    Suramadu akan sesuai jadwal
  • BPJT & investor bahas proyek 2009
    Usulan perubahan kontrak sudah disampaikan
  • Semarang-Solo siap konstruksi
  • Bahama garap hunian komersial di Tanah Lot