Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 08/10/2008

TIME diprediksi bukukan transaksi US$16,5 juta

JAKARTA: Ajang Tourism Indonesia Mart & Expo (TIME) atau Pasar Wisata Indonesia  yang akan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan pada 14-17 Oktober 2008 diharapkan akan mengumpulkan nilai transaksi hingga US$16,5 juta.

Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar 10% dibandingkan dengan nilai transaksi yang berhasil diperoleh pada Pasar Wisata Indonesia 2006 sebesar US$15 juta.

"Dengan sasaran pasar dari Asia Pasifik, kami harapkan transaksi akan naik 10% dibandingkan dengan dua tahun lalu," ujar Susilowani Daud, Presiden Direktur Pacto Convex Ltd, pelaksana TIME 2008 kemarin.

Susilowani mengakui krisis global yang terjadi di Amerika Serikat secara langsung akan memengaruhi pembeli potensial dari negara Eropa terhadap kontribusi perolehan transaksi pada ajang PWI.

Kendati demikian, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi khusus, terutama menarik pasar baru dari Asia Pasifik yang sebenarnya cukup berpotensi menyumbang perolehan transaksi.

Steering Committee TIME 2008 Meity Robot menuturkan ajang PWI merupakan sarana bagi pelaku usaha wisata dan industri pendukung di Indonesia untuk mempromosikan berbagai produk dan jasa wisata di dalam negeri kepada pebisnis wisata dari mancanegara.

Potensi pasar

Pelaksanaan TIME secara berkala, lanjutnya, dapat membuka peluang bagi masing-masing buyer untuk melihat potensi pasar sekaligus membuka pasar wisata baru di negaranya masing-masing.

"Momentum ini seharusnya digunakan dengan sebaik-baiknya dalam rangka meningkatkan citra kita di mata negara lain, apalagi di tengah upaya kita menggenjot jumlah wisatawan mancanegara," sambungnya.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) Pontjo Sutowo mengatakan pasar wisata telah terbukti dapat menjadi kontributor yang cukup tinggi dalam menghidupkan iklim pariwisata di Tanah Air.

Dia memberikan contoh iklim pariwisata daerah Yogyakarta yang akhirnya melejit menyusul pelaksanaan pasar wisata di daerah itu berturut-turut pada 2004 dan 2005. "Kalau di Yogyakarta bisa maju sedemikian rupa, maka daerah lain pun bisa seperti ini."

Ajang TIME atau PWI kali ini memasuki tahun penyelenggaraan ke-14. Makassar sendiri telah menjadi daerah pelaksanaan TIME untuk kedua kalinya.

Oleh Maria Y. Benyamin
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PILAR
    Suramadu akan sesuai jadwal
  • BPJT & investor bahas proyek 2009
    Usulan perubahan kontrak sudah disampaikan
  • Semarang-Solo siap konstruksi
  • Bahama garap hunian komersial di Tanah Lot