Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 09/10/2008

Penyaluran subsidi kredit rumah capai Rp729 miliar

JAKARTA: Penyaluran dana subsidi kredit pemilikan rumah (KPR) untuk rumah sederhana sehat (RSh) hingga triwulan III 2008 mencapai Rp729 miliar atau terealisasi sebesar 91,11% dari anggaran yang tersedia tahun ini Rp800 miliar.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Negara Perumahan Rakyat Tito Murbaintoro mengatakan penyaluran dana subsidi kredit RSh itu tetap tinggi di tengah situasi ekonomi yang tidak stabil.

"Saya kira dana subsidi yang disediakan Rp800 miliar tahun ini tidak akan mencukupi, karena sampai sekarang saja yang sudah dibayarkan dan sedang diverifikasi mencapai Rp729 miliar," katanya di Jakarta, kemarin.

Dana subsidi sebanyak Rp729 miliar itu untuk kebutuhan rumah sederhana sekitar 106.000 unit. Dana Rp502 miliar atau setara dengan 71.000 RSh untuk pembayaran subsidi yang diajukan pada 2007, sedangkan sisanya merupakan pengajuan kredit pada 2008 sebesar Rp227 miliar atau setara dengan 35.000 unit.

Tito mengatakan sisa dana subsidi RSh yang tersedia sebesar Rp71 miliar tidak akan mencukupi, karena biasanya pengajuan kredit meningkat menjelang akhir tahun.

Meskipun dananya tidak tersedia, Kementerian Negara Perumahan Rakyat akan tetap memproses pengajuan kredit.

Potensi permintaan untuk KPR bersubsidi pada 2008 diperkirakan akan tetap tinggi melebihi permintaan 2007. Jika permintaan melebihi anggaran subsidi yang tersedia, akan masuk daftar tunggu pada 2009.

Justru turun


Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Rakyat Seluruh Indonesia (Apersi) Fuad Zakaria mengatakan meskipun penyerapan dana subsidi RSh hampir melampaui target, tetapi realisasi penjualan  justru turun di bandingkan tahun lalu.

"Angka penyerapan memang tinggi karena sebagian besar untuk menutupi kebutuhan tahun lalu. Implementasi penjualan di lapangan tahun ini justru turun sekitar 40%-40% dari tahun lalu," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Fuad mengatakan meskipun dana subsidi hampir habis, pengembang tetap akan memacu penjualan RSh pada triwulan terakhir tahun ini.

Pengembang sudah memperoleh jaminan dari Bank Tabungan Negara (BTN) akan tetap diberikan kredit meskipun dana sudah tidak tersedia. (20)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PILAR
    Suramadu akan sesuai jadwal
  • BPJT & investor bahas proyek 2009
    Usulan perubahan kontrak sudah disampaikan
  • Semarang-Solo siap konstruksi
  • Bahama garap hunian komersial di Tanah Lot