Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 10/10/2008
Jual menara, Bosowa incar Rp300 miliar
MAKASSAR: Bosowa Corporation melalui PT Indah Bumi Bosowa menargetkan pendapatan hingga Rp300 miliar dari penjualan unit Menara Bosowa di Makassar.
Menara tersebut merupakan bangunan perkantoran 23 lantai yang terletak di Jl. Jenderal Sudirman, persis berhadapan dengan sisi timur Lapangan Karebosi.
Setelah penutupan atap (topping off) menara pada Desember 2008, Menara Bosowa akan menjadi gedung tertinggi di kawasan timur Indonesia sebab puncaknya mencapai 120 meter di atas permukaan laut. Saat ini, pengerjaan telah mencapai lantai 17.
Untuk mewujudkan menara ini, Bosowa menggandeng PT Pembangunan Perumahan sebagai kontraktor.
Berdasarkan catatan Bisnis, perusahaan keluarga Aksa Mahmud itu menanamkan modal Rp120 miliar, di mana Rp75 miliar di antaranya bersumber dari pinjaman Bank Bukopin Tbk.
Chief Executive Group Business Property Bosowa Safran Yusri mengatakan sejauh ini 40% dari total luas lantai 23.000 meter persegi sudah terjual.
Jumlah Itu termasuk kepada Bank BNI Tbk yang langsung membeli empat lantai senilai Rp33,6 miliar untuk operasional kantor wilayah perseroan di wilayah timur Indonesia.
"Dalam waktu dekat, kami akan mengadakan roadshow di Jakarta untuk menawarkan. Selama ini kami baru beriklan di media massa," kata Safran kepada Bisnis seusai penandatanganan akad dengan BNI di Makassar, Rabu.
Safran optimistis penjualan unit akan melesat mendekati 100% jelang grand opening pada Maret 2009 mengingat Menara Bosowa bukan hanya sarana investasi yang menguntungkan, melainkan juga dapat memberi prestise bagi pembeli.
Vice President Business Development Bosowa Corporation Hartopo Soetoyo menuturkan sebagian besar pembeli unit Menara Bosowa adalah pengusaha lokal di Makassar, selebihnya perusahaan nasional yang memiliki cabang di kota itu.
Menara Bosowa, katanya, memiliki lantai khusus yang disediakan untuk kegiatan pertemuan (function hall) seluas 600 meter persegi, pusat jajan berpendingin ruangan ataupun tidak, business centre, restoran, kafe, serta bank dan ATM.
"Nanti top floor akan kami buat seperti di Mercantile Jakarta, dengan ruang-ruang pertemuan yang eksklusif dan menawarkan pemandangan kota dari ketinggian," imbuhnya. (k29)
Oleh Kwan Men Yon
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- PILAR
Jalan di Jabar naik status - PILAR
PDAM usulkan tarif naik - PILAR
Program perumahan tetap jalan - Agung Podomoro siapkan investasi Rp800 miliar
- Investor tol lambat beraksi