Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 17/11/2008

Jasa Marga inginkan land capping JORR W2

JAKARTA: PT Jasa Marga Tbk akan meminta jaminan biaya risiko tanah (land capping) untuk proyek jalan tol lingkar luar Jakarta (JORR) W2 ruas Ulujami-Kebon Jeruk karena biaya pembebasan membengkak.

Dirut Jasa Marga Frans Satyaki Sunito mengatakan biaya pembebasan tanah di ruas JORR (Jakarta Outer Ring Road) W2 itu naik dua kali lipat dari alokasi yang ditetapkan.

"Kami akan minta agar JORR W2 dimasukkan dalam prioritas land capping karena ruas ini juga penting, seperti halnya di trans-Jawa," ujar Frans di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ruas Ulujami-Kebon Jeruk sepanjang 7 kilometer nantinya menjadi jalan alternatif menuju Bandara Soekarno-Hatta yang selama ini harus melalui jalan tol dalam kota sebelum menuju jalan tol Sedyatmo ke bandara.

Pemerintah akan menjamin kelebihan biaya tanah jalan tol melalui skema land capping. Biaya kelebihan yang dijamin itu maksimal 2% dari nilai investasi proyek tol atau 110% dari alokasi biaya pembebasan tanah.

Badan Pengatur Jalan Tol saat ini memprioritaskan penggunaan skema land capping untuk trans-Jawa.

Frans mengatakan ruas JORR W2 perlu mendapat prioritas dana land capping karena harganya saat ini sudah naik dari perkiraan semula Rp800 miliar.

Menurut dia, pembebasan tanah sudah bekerja sama dengan BUMD Pemprov DKI Jakarta, yakni PT Jakarta Propertindo agar lebih cepat. Saat ini progres pembebasan memasuki tahap pengukuran dan penetapan bidang tanah penerima ganti rugi.

Sebelumnya, panitia pembebasan tanah menargetkan 45% pengadaan lahan JORR West 2 di sisi utara rampung sebelum akhir tahun ini.

Haris Batubara, Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Kota Departemen Pekerjaan Umum, mengatakan Gubernur DKI sudah menyetujui surat persetujuan penetapan lokasi pembangunan (SP2LP) yang baru. Lahan yang akan digunakan masih menggunakan jalur lama.

Konsesi jalan tol JORR W2 dipegang PT Jasa Marga Tbk dan PT Jakarta Propertindo, dengan pembagian saham 65%:35% melalui penandatanganan nota kesepahaman pada 2 April 2007. (20/zufrizal)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PILAR
    Suramadu akan sesuai jadwal
  • BPJT & investor bahas proyek 2009
    Usulan perubahan kontrak sudah disampaikan
  • Semarang-Solo siap konstruksi
  • Bahama garap hunian komersial di Tanah Lot