Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 18/11/2008
Sunindo Indah tunda pembangunan 10 proyek hotel
SOLO: PT Sunindo Indah Hotel, perusahaan properti kelompok usaha Sun Motor Group, menunda pembangunan 10 megaproyek hotel di luar Pulau Jawa, karena pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan akan melambat akibat dampak dari krisis keuangan global.
Imelda Tio, Presiden Komisaris Sun Motor Group, mengatakan kondisi perekonomian yang kurang kondusif mendorong pihaknya mengambil kebijakan menghentikan pembangunan hotel baru tersebut.
"Untuk 2009 ini kami istirahat dulu, kecuali kalau proyek sudah jalan ya kami teruskan, kan sudah ada hitungannya," ujar Imelda kepada Bisnis, belum lama ini.
Dia menyebutkan 10 proyek pembangunan hotel yang sebelumnya direncanakan dibangun pada 2009 itu, merupakan proyek kerja sama Sunindo Indah Hotel dengan Accor.
Namun, proyek pembangunan hotel di Bali akan tetap berjalan karena perencanaannya sudah matang, sehingga tidak bisa ditunda.
Menurut Imelda, bisnis perhotelan, resor, dan apartemen di Indonesia sebenarnya masih prospektif karena pasarnya masih terbuka lebar. Namun, ketika perekonomian sedang memburuk, pengusaha harus hati-hati mengambil kebijakan.
"Kita tidak tahu apa yang akan terjadi tahun depan, jadi sebaiknya berhati-hati dalam bertindak, kecuali untuk proyek yang sudah matang bisa dijalankan," katanya.
Untuk mengatasi permasalahan ekonomi saat ini, Sun Motor Group mengambil kebijakan pengetatan keuangan, dengan menyeleksi pembangunan proyek properti ataupun bisnis lain di kelompok usaha tersebut.
Sektor properti
Imelda menyebutkan kelompok usaha yang dipimpinnya dalam 10 tahun terakhir memang sedang fokus ke bisnis properti yang dikelola lewat PT Sunindo Primaland.
Untuk bisnis Sun Motor Group pada subsektor perhotelan, dikelola lewat PT Sunindo Indah Hotel.
Pada 1996, Sun Motor Group menggandeng Accor untuk mendirikan hotel Novotel dan Ibis di jatung Kota Solo, dilanjutkan dengan pengambilalihan pengelolaan hotel Mercure Yogyakarta pada 2004.
Selanjutnya kelompok usaha ini membangun hotel dan apartemen di berbagai kota di Tanah Air seperti Novotel Semarang pada 2005 dan Novotel Bali pada 2010.
Oleh Endot Brilliantono
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- PILAR
Jalan di Jabar naik status - PILAR
PDAM usulkan tarif naik - PILAR
Program perumahan tetap jalan - Agung Podomoro siapkan investasi Rp800 miliar
- Investor tol lambat beraksi