Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 19/11/2008

Pengembang Surabaya gencar tawarkan pembiayaan in house

SURABAYA: Pengembang di Surabaya menawarkan pembiayaan in house dalam jangka waktu cukup panjang sampai dengan 5 tahun atau 60 kali cicilan, bahkan lebih guna menggaet konsumen.

Presiden Direktur Aston Place Twin Towers Surabaya Budhi Gunawan mengatakan langkah yang ditempuh perusahaan tersebut hanya dilaksanakan untuk menghabiskan stok yang tersisa.

"Sejak pertama kali kami meluncurkan Aston Place Twin Towers Surabaya, kami telah menawarkan in house financing [skema pembayaran dengan mencicil hingga serah terima rumah terjadi]. Rupanya konsumen sangat menyukai sebab prosedurnya lebih simpel," tuturnya akhir pekan lalu.

Presiden Komisaris Aston Place Twin Towers Surabaya Cokro Wijoyo mengklaim kebijakan perusahaan menanggung pembiayaan secara cicilan sebab kekuatan modal yang dimiliki cukup kuat.

Bisnis mencatat pengembang lainnya yang menawarkan pembiayaan in house adalah PT Pakuwon Darma. Perusahaan ini menawarkan cicilan 100 kali untuk 100 unit apartemen Grande Waterplace Residence Surabaya, sedangkan PT Win Win Realty yang menggandeng Ciputra Group untuk membangun apartemen The Via & The Vue juga menawarkan cicilan 60 kali.

Sementara itu, PT Suryainti Permata Tbk, berupaya menggerakkan pasar properti Surabaya juga dengan strategi se-rupa terhadap dua proyek yang telah lama dikembangkan, yaitu La Foye dan La Primera.

Perusahaan menawarkan pembayaran cicilan 60 kali dengan suku bunga sebesar 10% secara menurun.

Presiden Direktur Suryainti Permata Henry J. Gunawan berharap upaya penjualan menyambut Natal 2008 & Tahun Baru 2009 itu dapat mendongkrak penjualan.

"Kami memilih berkonsentrasi pada proyek yang telah berjalan daripada mengembangkan proyek baru," katanya. (k14)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PILAR
    Suramadu akan sesuai jadwal
  • BPJT & investor bahas proyek 2009
    Usulan perubahan kontrak sudah disampaikan
  • Semarang-Solo siap konstruksi
  • Bahama garap hunian komersial di Tanah Lot