Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 21/11/2008
Pengembang tunggu juknis rusunami
JAKARTA: Minat pengembang nasional menggarap rumah susun sederhana milik (rusunami) di Jakarta dan sekitarnya akan semakin berkurang jika kepastian pembahasan aturan petunjuk teknis (juknis) proyek itu berlarut-larut.
Dedi Setiadi, Wapresdir Perdana Gapuraprima, developer yang menggarap rusunami Kebagusan City, mengatakan pemerintah harus segera menetapkan aturan yang jelas soal rusunami karena sebagian pengembang sudah masuk tahapan konstruksi.
Penetapan aturan juknis rusunami yang berlarut-larut berpotensi menimbulkan keraguan dari pengembang mengenai komitmen pemerintah terhadap program 1.000 menara tersebut.
"Semakin lama [pembahasannya] akan jadi polemik. Pengembang bisa kapok bangun rusunami. Yang dibutuhkan pengusaha itu kepastian hukum," kata Dedi, pekan ini.
Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera), Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) dan Pemprov DKI tengah menyusun juknis rusunami karena ada kekhawatiran mengenai timbulnya kawasan padat baru jika rumah susun itu dibangun.
Juknis itu dibahas sejak September lalu dan hingga kini belum dikeluarkan karena masih ada perdebatan soal ketinggian maksimal lantai, kepadatan maksimal, dan fasilitas publik yang mesti disediakan pengembang hingga masalah parkir dan mekanisme evakuasi saat terjadi bencana.
Selama pembahasan juknis, seluruh perizinan rusunami tidak diproses untuk sementara, sehingga sebagian besar kegiatan konstruksi dihentikan.
Direktur Perdana Gapura Prima Arif Aryanto menambahkan proses pembangunan rusunami masih dilanjutkan pada hal-hal kecil sesuai dengan tahapan perizinan yang diperoleh. (20)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- PILAR
Jalan di Jabar naik status - PILAR
PDAM usulkan tarif naik - PILAR
Program perumahan tetap jalan - Agung Podomoro siapkan investasi Rp800 miliar
- Investor tol lambat beraksi