Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 24/11/2008

Masalah bertambah

JAKARTA: Kalangan pengembang mengeluhkan penghentian bantuan pinjaman uang muka untuk pegawai negeri sipil (PNS) dari Bapertarum karena semakin menambah masalah yang tengah dihadapi.

Ketua DPD Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) DKI Jakarta Setyo Maharso mengatakan penjualan rumah sederhana sehat (RSh) untuk PNS terhenti sejak 10 November lalu.

Pengembang melalui REI sudah menerima surat dari Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum) yang bertugas mengelola dana tabungan PNS dan menyalurkan pinjaman uang muka dan pinjaman lunak konstruksi.

"Bapertarum ikut menghentikan pinjaman dan bantuan uang muka untuk KPR [kredit pemilikan rumah] RSh. Padahal 50% dari penjualan RSh merupakan PNS. Kini, pengembang semakin sulit jualan," katanya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Kepala Sekretaris Tetap Bapertarum PNS, Alisjahbana mengatakan penghentian pinjaman uang muka itu bersifat sementara. Bapertarum akan meningkatkan pelayanan dan mempermudah mekanisme pinjaman untuk meningkatkan pelayanan kepada PNS, sehingga aturannya harus diperbaiki. (20)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PILAR
    Suramadu akan sesuai jadwal
  • BPJT & investor bahas proyek 2009
    Usulan perubahan kontrak sudah disampaikan
  • Semarang-Solo siap konstruksi
  • Bahama garap hunian komersial di Tanah Lot