Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 24/11/2008

Pemerintah siap berikan fasilitas jalan tol

JAKARTA: BPJT menantang para investor trans-Jawa yang kesulitan modal untuk mengajukan secara resmi daftar dukungan atau fasilitas yang diperlukan dari pemerintah agar proyek berlanjut.

Ketua Badan Pengatur Jalan Tol Nurdin Manurung mengatakan pemerintah pada dasarnya siap memberikan berbagai fasilitas yang diperlukan investor jalan tol, asalkan sanggup dan berkomitmen mengerjakan proyek sesuai dengan jadwal.

"Saya sudah tantang para investor. Butuh apa saja agar

proyek bisa berjalan. Kemudian buat surat resmi kepada kami. Bahwa proyek akan jalan kalau ada ini atau itu," katanya di Jakarta, pekan lalu.

Namun, ujar Nurdin, investor juga harus menyatakan dalam surat itu, akan mundur dan tidak akan menggugat secara hukum jika kontrak diputus akibat proyek tetap tidak berjalan padahal sudah memperoleh dukungan yang diperlukan.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan sejauh ini belum ada investor jalan tol yang melaporkan dampak krisis keuangan global maupun pengetatan kredit dari perbankan.

"Ajukan saja dahulu suratnya [kalau ada permasalahan]. Dengan kondisi ekonomi sekarang, belum ada yang protes ke saya. Selama masih bisa dibicarakan, silakan konsultasi. Masalahnya apa yang jika tidak ditangani akan lebih parah," katanya.

Djoko mengatakan hingga kini belum ada keluhan langsung dari para investor jalan tol berkaitan dengan krisis keuangan global.

Menurut menteri, permasalahan utama dalam pembangunan jalan tol masih ada pada pembebasan lahan.

"Masalahnya masih pada pembebasan lahan. Pemda didorong agar punya keberanian. Karena setelah ada jalan tol ekonomi yang terbangun itu di daerah, bukan di Departemen PU."

Sejumlah proyek jalan tol di trans-Jawa maupun nontrans-Jawa hingga kini mandek.

Nurdin mengungkapkan setiap hari mengevaluasi perkembangan proyek seluruh jalan tol.

Beberapa proyek jalan tol hingga kini masih ada yang menunjukkan progres pembebasan tanah dan konstruksi yang bagus, tetapi proyek lain yang semula berjalan lancar mulai melambat. (20)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PILAR
    Suramadu akan sesuai jadwal
  • BPJT & investor bahas proyek 2009
    Usulan perubahan kontrak sudah disampaikan
  • Semarang-Solo siap konstruksi
  • Bahama garap hunian komersial di Tanah Lot