Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 13/05/2008
Pariwisata Batam
Lokasi strategis Kepulauan Riau (Kepri), khususnya Batam, Bintan, Rempang, dan Galang, tidak terbantahkan. Selain untuk menarik industri seperti yang telah dikembangkan selama hampir 40 tahun, sektor pariwisata merupakan salah satu yang patut dikedepankan, mengingat akses internasional yang memadai dari dan ke Kepulauan Riau serta potensi yang terdapat di provinsi tersebut.
Faktanya, Batam bersama Bintan masih tertinggal dalam memacu bisnis kepariwisataan apabila dibandingkan dengan kedua jiran asingnya, Singapura dan Malaysia.
Sejumlah permasalahan masih melingkupi upaya menggenjot bisnis pariwisata di Kepri, khususnya Batam. Ketidaksungguhan memacu perkembangan sektor ini pun masih kentara. Ini ironis apabila mengingat Kepri merupakan provinsi yang digadang-gadang di bidang pariwisata setelah Bali untuk dipasarkan ke turis mancanegara.
Menilik posisi Kepri dengan Batam-nya yang strategis, fakta ketiadaan langkah yang sinkron antarpemangku kepentingan dalam mengembangkan sektor pariwisata sangat mengecewakan.
Contoh terbaru adalah keberangkatan misi pariwisata Otorita Batam ke negara-negara yang tidak memiliki keterkaitan dengan rancangan yang telah disiapkan oleh Batam Tourism Board (BTB). Keberangkatan ke Polandia, Belgia, dan Belanda dikecam oleh BTB lantaran badan tersebut tidak memiliki rencana memacu wisatawan yang berasal dari tiga negara itu.
Ketidaksungguhan para pemangku kepentingan dalam mengembangkan sektor pariwisata juga diakibatkan oleh masih mengemukanya perbedaan antara Otorita Batam dan Pemerintah Kota Batam. Langkah keduanya tidak terintegrasi, bahkan cenderung 'berhadap-hadapan', sehingga tidak menimbulkan iklim yang kondusif bagi pengembangan sektor pariwisata.
Sejumlah persoalan lain masih membelit bisnis pariwisata Batam. Sektor pariwisata di wilayah ini telanjur dicemari oleh stigma bahwa tema seks dan judi merupakan penopang utama bisnis tersebut. Padahal sesungguhnya banyak tema lain yang patut diangkat sebagai objek wisata di Batam ataupun Kepulauan Riau.
Dengan garis pantai terpanjang di Indonesia, Kepri menempati posisi terdepan dari sisi potensi bisnis wisata bahari. Hanya di Kepri pula Indonesia memiliki jembatan mewah yang menghubungkan Pulau Batam, Galang, dan Rempang (Barelang).
Di Rempang pula terdapat catatan sejarah penting berupa lokasi 'manusia perahu', di mana Pemerintah Indonesia menempatkan para pengungsi Vietnam di sana.
Persoalan lain juga ketidakmampuan Pemerintah Provinsi Kepri menciptakan ikon sebagaimana Malaysia dengan Putrajayanya ataupun Malaysia dengan Pulau Sentosanya. Padahal, Batam sebenarnya punya potensi mengangkat suatu ikon.
Sejumlah persoalan mengadang pengembangan pariwisata Batam. Untuk keluar dari bayang-bayang Bali dan menunjukkan jati diri sendiri sebagai daerah tujuan wisata utama di Indonesia yang mampu bersaing dengan Singapura dan Malaysia, sejumlah masalah di atas harus diselesaikan dan perencanaan pun harus dimatangkan hingga jangka waktu panjang. Bayangkan Singapura telah memiliki rencana pariwisata hingga 2015!
Ujian awal terdekat adalah diselenggarakannya lomba Formula1 di Singapura pada semester kedua tahun ini. Kita tunggu apakah Batam mampu menangkap peluang hadirnya turis mancanegara dalam jumlah besar.
Semoga saja ada pemberian kemudahan fiskal sehingga memungkinkan wisatawan mancanegara bermalam di Batam dan bisa berangkat kembali keesokan harinya ke Singapura untuk menyaksikan rangkaian acara terkait dengan lomba F1.
Untuk membangkitkan pariwisata Kepri sebagai gerbang terdekat ke dua jiran, Malaysia dan Singapura, butuh upaya bersama yang serius!
bisnis.com
Berita Lain
- Krisis industri penangkapan ikan
- Membicarakan perang Irak dan Afghanistan
- Mengolok-olok hukum
- Pertimbangan matang soal bahan bakar
- Reformasi Departemen Pertahanan