Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 13/05/2008
China dan Jepang kerja sama jangka panjang
Kunjungan Presiden China ke Jepang untuk pertama kalinya sejak satu dekade terakhir ini menandakan adanya kesan keakraban di antara kedua negara, terlepas adanya sejarah kelam hubungan antara kedua negara ketika Jepang secara brutal menduduki China pada 1930 dan 1940.
Tidak seperti para pendahulunya, Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda justru berusaha untuk tidak membuat China kembali marah dengan sejarah kelam itu. Perubahan ini tentunya akan menjadi kabar baik bagi semua pihak, termasuk Amerika Serikat, apabila kedua negara tersebut bisa bekerja sama.
Kedua belah pihak akan bekerja keras memastikan bahwa langkah yang diambil saat ini sudah tepat untuk menghapus sejarah kelam itu. Bahkan, pemimpin kedua negara sudah setuju untuk menyelenggarakan pertemuan secara reguler dan saling bekerja sama dalam bidang sosial dan militer.
Namun begitu, masih ada hal-hal lain yang diperdebatkan antara kedua belah pihak. Di antaranya terkait dengan persoalan konflik sumber gas di laut China Timur di mana keduanya saling mengklaim.
Akan tetapi apabila hal tersebut dapat diselesaikan melalui komitmen dalam sebuah proyek pengeboran bersama, hal itu bisa secara signifikan menurunkan ketegangan antara kedua belah pihak.
International Herald Tribune, 11 Mei
bisnis.com
Berita Lain
- Usaha bernegosiasi dengan Iran
- Konflik di Darfur
- Badai segera berlalu?
- Krisis industri penangkapan ikan
- Membicarakan perang Irak dan Afghanistan