Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 14/05/2008

Penderitaan mental serdadu AS

Departemen Urusan Veteran Amerika Serikat tengah berjuang untuk mengatasi persoalan pelik yang sangat menyedihkan, yaitu menyelamatkan para serdadu yang mengalami masalah kejiwaan berat setelah meninggalkan medan perang Afghanistan dan Irak. Mereka membutuhkan penanganan ekstra.

"Shh!" ungkap e-mail dari  Dr. Ira Katz,  kepala pelayanan kesehatan mental Departemen Urusan Veteran, kepada koleganya pada Februari.

"Koordinator pencegahan bunuh diri kami mengindentifikasi kira-kira 1.000 percobaan bunuh diri per bulan yang dilakukan para veteran. Apakah ini mengharuskan kita melepaskan mereka, sebelum seseorang mengalami hal itu?"

Sebuah studi yang dilakukan Rand Corp. bulan lalu menemukan satu dari lima serdadu yang pulang dari Irak atau Afghanistan-atau sekitar 300.000 orang-mengalami gejala traumatis, stres berat atau depresi.

Sekitar 19% dilaporkan mengalami trauma otak yang disebabkan perang yang penuh dengan bom. Hanya separuh dari mereka yang berhasil diterapi, dan perlahan-lahan mengalami penyembuhan.

Solusi untuk masalah ini jelas, yaitu perlu dana yang lebih besar untuk pelayanan kesehatan mental dan usaha yang serius melakukan pencegahan.

International Herald Tribune, 12 Mei

bisnis.com

Berita Lain

  • Krisis global & ekonomi RI
  • Tarik ulur pemilu majelis rendah Jepang
  • Pesona debat calon Wapres AS
  • Keruwetan Jakarta
  • Pertanian Jepang krisis!
  • Dilema intelijen Pakistan
  • Pendatang gelap di DKI
  • Irak mulai bangkit
  • Menyelamatkan Wall Street