Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 15/05/2008

Rapuhnya koalisi di Pakistan

Meski mengawali pemerintahan dengan suatu momentum yang menguntungkan, para pemimpin koalisi pemerintahan baru Pakistan menghadapi ujian serius dalam menjalankan roda pemerintahan bersama.

Bekas PM Nawaz Sharif mengancam akan menarik para menterinya dari kabinet pada Senin lalu setelah melakukan perdebatan dengan rivalnya, Asif Ali Zardari (suami alm. Benazir Bhutto), terkait dengan pemulihan kedudukan para hakim.

Persoalan hakim menjadi isu politik penting di Pakistan dalam beberapa waktu terakhir. Presiden Pervez Musharraf sebelumnya memecat 57 hakim, termasuk ketua Mahkamah Agung Pakistan. Ini dipicu kekhawatiran Musharraf bahwa para hakim itu akan membatalkan posisinya sebagai presiden terpilih.

Pakistan mempunyai dua partai oposisi utama-masing-masing dipimpin Zardari dan Sharif. Sejak Februari lalu, dua partai itu menguasai parlemen menyusul kemenangannya dalam pemilu legislatif. Setelah itu, parlemen berjanji akan memulihkan kedudukan para hakim yang dipecat Musharraf. Namun, kubu Zardari dan Sharif berbeda pendapat soal itu.

Pakistan perlu segera memulihkan kembali kedudukan para hakim tersebut. Namun, untuk itu, dibutuhkan satu kesepakatan para pemimpin koalisi di pemerintahan.

Zardari dan Sharif harus menyadari bahwa runtuhnya koalisi pemerintahan yang mereka bangun hanya akan menguntungkan satu orang: Presiden Musharraf.

International Herald Tribune, 13 Mei

bisnis.com

Berita Lain

  • Jalan damai di Thailand
  • Kesepakatan nuklir Korea Utara
  • Mundurnya Fukuda
  • Cegah sejak dini
  • Menggasak uang nasabah lewat ATM
  • McCain harus tampil utuh
  • Menjaga inflasi
  • Nuklir, India dan Bush
  • Nominasi Obama