Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 15/05/2008

Pertolongan untuk Myanmar

Dampak buruk topan Nagris yang melanda Myanmar (Burma) telah diketahui masyarakat dunia. Kerusakan yang terjadi sulit dibayangkan. Tanpa pertolongan dan bantuan segera, akan lebih banyak korban berjatuhan.

Menurut junta militer Myanmar, 32.000 orang tewas akibat bencana tersebut dan 30.000 lainnya hilang. Akan tetapi PBB mengestimasi sekitar 100.000 orang tewas, dan dua juta warga kehilangan rumah tinggal.

Media asing, termasuk The Asahi Shimbun, telah diperbolehkan masuk ke negeri itu dan memulai liputan atas dampak bencana yang mengerikan tersebut. Pada siang hari, cuaca di Myanmar bisa mencapai 40 derajat Celsius. Tanpa makanan dan air bersih  yang cukup, korban bencana bisa tambah banyak.

Memang, junta akhirnya bersedia menerima bantuan, meski terlambat. 10 hari setelah topan Nagris menyerang negeri itu, pesawat kargo militer AS membawa bantuan dan mendarat kali pertama pada Senin lalu. WFP PBB (Program Pangan Dunia) juga mulai mengirimkan truk bantuan kemanusiaan ke negeri itu melalui Thailand.

Berbagai negara serentak mengulurkan bantuan ke Myanmar, termasuk Jepang, yang mengalokasikan dana 1,1 miliar yen untuk negeri tersebut.

Topan atau badai adalah bencana utama yang  sering menerjang Asia. Kita menghendaki Jepang menggalang kerja sama internasional untuk menghadapinya.

The Asahi Shimbun, 14 Mei

bisnis.com

Berita Lain

  • Pemda & DPRD tak peka
  • Penduduk melawan Yakuza
  • Melepaskan Obama dari pendukung Clinton
  • Soal akuisisi Indosat
  • Moskwa pertahankan tentara di Georgia
  • Tantangan untuk konvensi Demokrat
  • Nasib hunian murah
  • NHK 'main mata' dalam membuat program
  • PR China setelah olimpiade: HAM