Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 16/05/2008
Bantuan bencana untuk China
Di tengah persoalan kebingungan Myanmar mengatasi persoalan bantuan pascaterjangan topan Nagris, bencana gempa bumi besar juga menerjang China.
Senin lalu, gempa berkekuatan 7,8 Skala Richter menghancurkan lebih dari 500.000 bangunan di Provinsi Sichuan yang menewaskan lebih dari 10.000 orang. Dilaporkan masih banyak orang terkubur hidup-hidup.
Diperkirakan ada banyak orang terperangkap di bawah puing-puing bangunan yang runtuh dan membuat banyak nyawa harus bertahan dan menahan sakit menunggu bantuan datang.
Jepang dan negara lain yang memiliki pengalaman dalam penanganan kasus bencana gempa bumi menawarkan bantuan, tetapi China belum memberikan respons.
Hingga saat ini China mendapatkan banyak tawaran bantuan, tetapi sebelumnya mereka lebih memilih menangani krisis ini sendiri dan percaya bahwa mereka bisa mengatasinya tanpa bantuan.
China sangat reaktif dalam menangani kasus ini karena tidak mau kehilangan momen Olimpiade Beijing. Saat pusat gempa banyak dihuni orang Tibet, tidak ada alasan China untuk menolak bantuan.
Jepang memiliki pengalaman lebih pahit. Setelah gempa bumi Hanshin, ada banyak bantuan datang dari Prancis, Swiss, dan banyak negara lain.
Kita berharap China tidak terlambat melakukan respons, sehingga jatuhnya korban yang lebih banyak bisa dihindarkan.
The Asahi Shimbun, 15 Mei
bisnis.com
Berita Lain
- Krisis industri penangkapan ikan
- Membicarakan perang Irak dan Afghanistan
- Mengolok-olok hukum
- Pertimbangan matang soal bahan bakar
- Reformasi Departemen Pertahanan