Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 15/07/2008

Memetakan dampak pemanasan global

Pemerintahan Bush membuat pernyataan yang cukup jelas pada Jumat pekan lalu bahwa Washington tidak akan mengeluarkan kebijakan tentang penggunaan gas rumah kaca yang memicu pemanasan global.

Tanpa merasa malu dan perlu meminta maaf, Gedung Putih seolah mengacungkan ibu jari tinggi-tinggi ke arah Mahkamah Agung. Yang tersisa adalah arogansi kekuasaan karena Gedung Putih percaya betul pada para pakar lingkungan yang ditunjuknya sendiri serta keyakinan tanpa dasar Presiden Bush tentang titik terang penyelesaian masalah pemanasan global.

Inilah poin penting yang disampaikan Stephen Johnson, pejabat dari Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) bahwa lembaga tersebut akan tetap menunda pengambilan keputusan tentang pemanasan global sebagai ancaman bagi umat manusia dan kesejahteraan hidup, sehingga perlu aturan untuk mengantisipasinya.

Johnson mengatakan pihaknya akan mencari masukan lebih jauh dari publik mengenai masalah itu, sebuah proses yang tampaknya tidak bisa lagi diselesaikan di era pemerintahan Bush yang segera berakhir.

Persoalan utama pemanasan global jelas menuntut aksi yang tegas pula. Dalam hal ini, Mahkamah Agung diharapkan mampu memberikan respons secara lebih cepat ketika-15 bulan lalu-memerintahkan EPA menentukan apakah gas rumah kaca dari kendaraan bermotor membahayakan umat manusia.

 International Herald Tribune, 13 Juli

bisnis.com

Berita Lain

  • Soal akuisisi Indosat
  • Moskwa pertahankan tentara di Georgia
  • Tantangan untuk konvensi Demokrat
  • Nasib hunian murah
  • NHK 'main mata' dalam membuat program
  • PR China setelah olimpiade: HAM
  • Sukuk dan kemandirian
  • 'Mesin olahraga' itu bernama China
  • Kenaikan tarif listrik di Jepang