Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 16/07/2008

Masa depan program nuklir Iran

Konstelasi politik di kawasan Timur Tengah makin tidak pasti dan menjurus kepada krisis menyusul merebaknya spekulasi bahwa Israel tengah menyiapkan serangan udara ke Iran.

Teheran, yang tengah menghadapi tekanan internasional, dengan tegas menolak menghentikan program pengayaan uranium. Sejak 2006 Dewan Keamanan PBB mencoba memaksakan sanksi terhadap Iran karena khawatir program pengayaan uranium tersebut mampu dikembangkan menjadi senjata nuklir.

Aktivitas nuklir Iran membuat Israel merasa tidak aman. Di tengah situasi geopolitik yang meruncing ini, Israel  dikabarkan semakin tidak sabar untuk menyerang.

Hal ini antara lain terlihat dari pernyataan Deputi PM Israel Shaul Mofaz, seperti dikutip sebuah harian awal Juni lalu bahwa "penyerangan terhadap Iran untuk menghentikan program nuklir negara itu. Oleh karena itu, tidak dapat dihindarkan lagi."

Menghadapi tekanan tersebut, Iran sama sekali tidak gentar dan siap melawan jika diserang. Bahkan Teheran bersiap memblokade Selat Hormuz jika konflik pecah.

The Asahi Shimbun, 15 Juli

bisnis.com

Berita Lain

  • Krugman & globalisasi
  • Kebijakan energi dua capres
  • Pasar saham babak belur
  • Sense of crisis TNI
  • Membuat bailout yang lebih baik
  • Membangkitkan misi MSDF
  • Krisis finansial & UKM
  • Bursa saham dunia jeblok
  • Menuju akhir permainan di Irak