Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 18/07/2008

Reformasi Departemen Pertahanan

Peningkatan status Departemen Pertahanan menjadi selevel menteri telah berjalan 18 bulan. Pada Selasa, panel penasihat pemerintah memberikan laporan kepada Perdana Menteri Yasuo Fukuda bagaimana mereformasi lembaga itu setelah muncul skandal di institusi yang mendapatkan anggaran pertahanan sekitar 4,8 triliun yen dan mengatur gaji sekitar 250.000 personel pertahanan keamanan (self-defence forces/SDF) itu.

Reformasi tersebut muncul setelah berbagai skandal yang terjadi tahun lalu itu menyeret kementerian dan SDF. Salah satu yang mengejutkan adalah hubungan mantan Wakil Menhan Takemasa Moriya dengan kontraktor pertahanan. Reformasi itu juga menyoroti pengoperasian dari SDF maritim di Samudra Hindia. Akhirnya beberapa informasi sensitif muncul. Ketika panel mempelajari masalah tersebut, topan Aegis menghantam kapal Atago pada Februari yang menewaskan dua penumpangnya.

Secara jelas, kementerian tersebut dianggap tidak bisa memberikan jaminan kepada publik. Panel reformasi bertugas untuk mencari penyebab skandal dan merekomendasikan langkah untuk mengubah organisasi tersebut secara total.

Berkaca pada kejadian yang menimpa Moriya, panel tersebut menegaskan bahwa pengajuan rencana persenjataan dan perlengkapan harus lebih transparan.

Panel tersebut juga merekomendasikan agar diadakan pertemuan di tingkat menteri untuk meminta penjelasan dan dilakukan inspeksi mendadak lebih sering dan langsung. Itulah yang seharusnya dilakukan.

The Asahi Shimbun 17 Juli 2008

bisnis.com

Berita Lain

  • Mewaspadai kaum oportunis
  • Kebencian AS terhadap Bolivia
  • Masalah impor beras Jepang
  • Bursa belum kiamat
  • Prospek MA pada era presiden baru
  • Politisi Jepang 'apatis' soal iklim
  • Diperlukan langkah terobosan
  • Bailout disetujui tetapi...
  • Mempersoalkan isu keamanan nasional