Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 21/07/2008

Konflik di Darfur

International Criminal Court (ICC) sedang bekerja untuk membuktikan keterlibatan  Presiden Sudan Omar al-Bashir dalam konflik Darfur di Sudan, yang disebut-sebut krisis terburuk terhadap kemanusiaan.

Bashir dituduh melakukan genosida, kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Kepala Jaksa penuntut umum ICC Luis Moreno-Ocampo telah meminta pengadilan untuk mengeluarkan jaminan penahanan untuk Bashir.

Jika Bashir dituduh secara formal, ini merupakan pertama kali bagi ICC, untuk membuktikan seorang kepala negara yang sedang berkuasa bersalah atau tidak.

Di wilayah Darfur, Sudan barat, kaum pemberontak saat ini meningkatkan perlawanan terhadap Bashir. Menurut perkiraan PBB, sekitar 300.000 orang terbunuh dan 2,5 juta orang mengungsi.

Moreno-Ocampo percaya Bashir memerintahkan angkatan perang dan organisasi milisi untuk melakukan penyerangan. Namun, Bashir  menolak untuk hasil pengadilan karena Sudan bukan anggota ICC.

Dunia tidak bisa hanya duduk dan tidak melakukan apa-apa sementara genosida dan perkosaan berlanjut. Dewan Hak Asasi Manusia PBB juga mengonfirmasi kerja sama angkatan bersenjata Sudan dengan kelompok milisi, menyerang orang perdesaan.

Dewan Keamanan PBB seharusnya menciptakan keadilan internasional. Kami berharap, China, yang memiliki hubungan baik dengan pemerintah Sudan, akan memainkan peranan positif.

The Asahi Shimbun, 19 Juli

bisnis.com

Berita Lain

  • Soal akuisisi Indosat
  • Moskwa pertahankan tentara di Georgia
  • Tantangan untuk konvensi Demokrat
  • Nasib hunian murah
  • NHK 'main mata' dalam membuat program
  • PR China setelah olimpiade: HAM
  • Sukuk dan kemandirian
  • 'Mesin olahraga' itu bernama China
  • Kenaikan tarif listrik di Jepang