Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 21/07/2008
Usaha bernegosiasi dengan Iran
Kami menyambut baik berita bahwa Presiden George W. Bush memutuskan mengirimkan diplomat utama untuk membicarakan program nuklir Iran. Ini sangat berubah dari beberapa bulan lalu saat Bush menolak upaya apa pun untuk berbicara dengan 'teroris'.
Ini sangat terlambat, tetapi kami berharap hal ini berarti bahwa Bush dan Menlu Condoleezza Rice belajar dari pelajaran kegagalan kebijakan luar negeri selama tujuh tahun yang membuat AS hampir terisolasi.
Saat ini sudah dua tahun sejak PBB memerintahkan Iran untuk menghentikan pengayaan uraniumnya. Teheran terus menolak perintah itu, dan ilmuwannya bahkan semakin dekat untuk menyempurnakan proses yang merupakan bagian tersulit dalam membangun senjata nuklir.
AS dan negara besar (Inggris, Prancis, Jerman, China dan Rusia) mencoba untuk menggunakan berbagai insentif dan sanksi agar Irang menghentikan program nuklir Iran.
Keputusan Bush untuk mengirimkan William Burns untuk bergabung dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa dan diplomat lain dalam pembicaraan dengan Iran membuat paket insentif lebih kredibel.
Washington dapat bertindak lebih baik-terhadap rakyat Iran dan opini internasional -jika menindaklanjuti pembicaraan dengan Iran.
International Herald Tribune, 18 Juli
bisnis.com
Berita Lain
- Penduduk melawan Yakuza
- Melepaskan Obama dari pendukung Clinton
- Soal akuisisi Indosat
- Moskwa pertahankan tentara di Georgia
- Tantangan untuk konvensi Demokrat