Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 15/08/2008

Persaingan sengit di Depkeh AS

Kalangan konservatif suka membicarakan masalah tanggung jawab pribadi. Namun, Jaksa Agung AS Michael Mukasey tampaknya tidak melihat hal itu berjalan dengan baik dalam pemerintahan Presiden Bush.

Dalam pidatonya awal pekan ini, dia menggambarkan politisasi yang mempermalukan Departemen Kehakiman sebagai institusi yang 'menyakitkan' dari sebuah kegagalan sistem.

Mukasey memang tidak menyebut secara terperinci kegagalan tersebut sebagai warisan pendahulunya, Alberto Gonzales dan para politisi yang berada di lingkaran dalam Presiden Bush.

Kini ada alasan cukup kuat untuk dipercaya bahwa Bush dan kelompoknya sedikit banyak terlibat dalam melengserkan Gonzales secara politik dan menggantikannya dengan pejabat yang memiliki kepentingan politik sejalan daripada mendahulukan kompetensi seseorang. Partai Republik jelas berkepentingan sekali atas masuknya Mukasey sebagai persiapan menghadapi pemilihan presiden.

Departemen Kehakiman memang terkenal tidak pernah mempersoalkan politisi bermasalah. Bagi institusi tersebut, biarkanlah korban politik berjatuhan. Karena itu pernyataan Mukasey bisa dijadikan 'bensin' bagi Kongres untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

International Herald Tribune, 13 Agustus

bisnis.com

Berita Lain

  • Memanfaatkan momentum
  • Bantuan kemanusiaan
  • Kekosongan catatan e-mail
  • Pelatihan kerja
  • Chrysler & bailout pemerintah
  • Dialog China-Tibet
  • Efektivitas stimulus
  • Perubahan dalam militer AS
  • Steroid dalam olahraga