Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 16/08/2008

Merdeka tanpa tetapi

Besok, bangsa Indonesia memperingati dan merayakan ulang tahun ke-63 proklamasi kemerdekaan negeri ini. Ungkapan syukur tentu saja pantas dikedepankan pada saat-saat 'sakral' ini.

Syukur atas kesempatan hidup di alam merdeka. Syukur atas kenikmatan menjadi bangsa merdeka dan mampu menentukan kehendak sendiri.

Namun, saat seperti ini juga merupakan momentum yang tepat bagi seluruh anak bangsa untuk melakukan kontemplasi berkaitan dengan perikehidupan bangsa yang belum kunjung membaik secara merata.

Kita tidak menafikan bahwa memang terjadi peningkatan kesejahteraan bagi sebagian anggota masyarakat negeri ini. Namun, menilik kenyataan sepintas di lapangan, terlihat betapa masih banyak kelompok masyarakat kurang beruntung ataupun yang makin terpinggirkan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kenegaraan di depan Sidang Paripurna DPR kemarin memang menyampaikan data yang berlawanan dengan fakta sepintas tersebut. Menurut Kepala Negara, tingkat kemiskinan turun menjadi 15,4% pada tahun ini dari 17,7% pada tahun sebelumnya.

Dengan asumsi angka kemiskinan yang disampaikan Presiden adalah benar, dan jumlah penduduk negeri ini-berdasarkan data sensus kependudukan terakhir-sekitar 235 juta jiwa, maka masih sekitar 35 juta jiwa orang Indonesia yang hidup dalam kungkungan kemiskinan.

Dari angka tersebut, bukan berarti bahwa 200 juta orang Indonesia sudah dapat dianggap sejahtera sepenuhnya. Tidak! Kendati mereka hidup di atas garis kemiskinan, sebagian besar dari 200 juta jiwa tersebut relatif masih mengalami kekurangan.

Pemaparan angka kemiskinan seperti ini memang dapat diperdebatkan. Namun, substansi dasar yang semestinya memperoleh kepedulian dari seluruh anak bangsa ini adalah bagaimana mengupayakan peminimalan kelompok miskin tersebut.

Menjadikan rakyat Indonesia sejahtera merupakan cita-cita luhur para founding fathers ketika bangsa ini memproklamasikan kemerdekaannya 63 tahun silam. Dengan modal sumber daya alam yang beragam dan melimpah ruah, Indonesia sungguh tidak patut menjadi negeri yang menderita kesusahan.

Peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi sangat strategis sebagai titik balik pemikiran bersama bagi seluruh komponen masyarakat. Kita telah cukup kenyang menjalani kehidupan dalam berbagai format politik, pemerintahan, dan ideologi.

Tahun depan, bangsa Indonesia melaksanakan pemilih umum untuk menentukan wakil rakyat (DPR dan DPD) dan kepemimpinan nasional (presiden dan wapres beserta kabinetnya). Inilah saat yang tepat bagi kita untuk mengevaluasi apakah model kepemimpinan dan   keterwakilan bangsa sudah optimal.

Mereka yang terpilih itu seharusnyalah pengabdi kepada kepentingan rakyat yang sesungguhnya, bukan memimpin ataupun mewakili rakyat hanya untuk meraih interest pribadi dan golongannya. Dengan otoritas pengendalian potensi sumber daya nasional yang begitu besar, peningkatan kesejahteraan rakyatlah yang seharusnya mereka upayakan sekuat tenaga.

Dengan kondisi bangsa yang dari berbagai ukuran makin tertinggal dari bangsa-bangsa lain, sudah jelas bahwa rakyat Indonesia belum menjadi bangsa yang sejahtera.

Maka, selayaknyalah kita memilih kepemimpinan nasional dan wakil rakyat yang mampu menjadikan cita-cita para pendiri republik ini untuk menjadikan Indonesia benar-benar merdeka tanpa ada tetapinya. 

Dirgahayu Republik Indonesia.

bisnis.com

Berita Lain

  • Memanfaatkan momentum
  • Bantuan kemanusiaan
  • Kekosongan catatan e-mail
  • Pelatihan kerja
  • Chrysler & bailout pemerintah
  • Dialog China-Tibet
  • Efektivitas stimulus
  • Perubahan dalam militer AS
  • Steroid dalam olahraga