Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 16/08/2008
Menanggapi agresi Rusia dan kebohongan
Presiden Dmitri Medvedev berjanji kepada negosiator Eropa pada Rabu pagi bahwa Rusia akan menahan serangan brutal terhadap Georgia dan mulai menarik tentaranya. Beberapa jam kemudian, tank Rusia menuju kota perbatasan utama Gori, hanya 40 mil dari ibu kota Georgia, Tbilisi.
Kita tidak tahu apakah itu berarti Medvedev tidak terlibat atau dia berbohong untuk mengulur waktu untuk menggulingkan pemerintahan Georgia yang dipilih secara demokratis. Tak ada penjelasan lain.
Eropa dan AS harus tegas kepada Medvedev dan pemegang tampuk kekuasaan Rusia yakni Perdana Menteri Vladimir Putin bahwa agresi dan kebohongan tidak bisa ditoleransi. Perlu ada ketegasan bahwa ada harga yang harus dibayar Rusia, dalam hubungan ekonomi dan diplomatik, jika negara tersebut tidak segera menarik tentaranya, setuju dengan mediasi internasional dan mengizinkan dikirimkannya penjaga perdamaian internasional di wilayah konflik Georgia, Ossetia selatan, dan Abkhazia.
Presiden George W. Bush memutuskan untuk mengirim Menlu Condoleezza Rice ke Tbilisi. Sebagai tambahan atas dukungan terhadap demokratisasi di Georgia, dia harus meyakinkan bahwa akan ada solusi nonmiliter mengatasi sengketa dengan Rusia. Kapal dan pesawat tempur AS yang dikirim ke Georgia hanya untuk mengirim bantuan kemanusiaan.
International Herald Tribune, 14 Agustus
bisnis.com