Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 19/08/2008

Mengevaluasi hubungan AS-Rusia

Sejumlah negara di dunia mengecam invasi Rusia ke Georgia karena dinilai telah mengabaikan kebebasan dan kedaulatan suatu negara.

Invasi ini mengingatkan kembali bagaimana Uni Soviet (sebelum terpecah) begitu berambisi menginvasi sejumlah negara di dunia. Namun, keperkasaan Uni Soviet akhirnya luluh setelah negara tersebut terpecah menjadi beberapa bagian.

Seiring dengan itu, peranan Rusia di kancah internasional mulai meredup, dan sebaliknya Amerika Serikat (AS) justru semakin berkuasa dan menjadi satu-satunya 'polisi dunia'. Di sisi lain, Eropa justru semakin kuat dengan kesepakatan Uni Eropa-nya.

Invasi Rusia ke Georgia harus disikapi dengan serius, karena boleh jadi negara tersebut berambisi untuk menguasai kembali wilayah-wilayah yang sebelumnya menjadi bagian dari Uni Soviet.

Bagi AS sendiri, ini bisa menjadi sebuah ancaman baru. Apalagi Rusia sangat ingin bergabung menjadi anggota organisasi perdagangan dunia (WTO) dan menjadi kesepakatan perdagangan dan keamanan dengan Eropa.

Presiden Bush sudah siap mengirimkan pasukan ke Georgia guna menghentikan invasi Rusia ke negara itu. Presiden Bush juga harus mendorong presiden Georgia agar jangan mundur satu langkah pun melawan Rusia. Dan yang pasti, masalah ini menjadi PR bagi presiden AS yang baru nanti.

International Herald Tribune, 17 Agustus

bisnis.com

Berita Lain

  • Selamatkan dana nasabah
  • Tantangan Obama
  • Alkoholik manula
  • Memanfaatkan momentum
  • Bantuan kemanusiaan
  • Kekosongan catatan e-mail
  • Pelatihan kerja
  • Chrysler & bailout pemerintah
  • Dialog China-Tibet