Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 19/08/2008

Keakraban China-Jepang di Olimpiade

Pada 63 tahun lalu, tepatnya 1937-1945, Jepang pernah berperang dengan China yang dikenal dengan istilah Sino Japanese War. Peperangan tersebut memberikan bekas luka mendalam, terutama bagi warga China yang menjadi bulan-bulanan tentara Jepang saat itu.

Dendam kesumat itu terlihat ketika perawat Jepang melakukan kunjungan ke Zhangjiakou, kota di utara Provinsi Hebei, China sebagai tenaga sukarela dalam program Japan Overseas Cooperation Volunteer.

Kedatangan perawat tersebut mendapat protes dan cemoohan dari veteran perang China yang notabene menjadi pasien dari perawat tadi. Kata-kata kasar dan sumpah serapah keluar dari mulut para veteran perang tersebut.

Namun, dendam kesumat itu hanya ada pada veteran perang, tapi tidak berlaku bagi generasi muda China yang tampaknya sudah melupakan sejarah kelam tersebut. Generasi muda China justru kini sudah begitu akrab dengan kawula muda Jepang.

Itu terlihat saat berlangsungnya Olimpiade yang kini berlangsung di Beijing. Ketika bendera Jepang berkibar dan lagu kebangsaan Kimigayo berkumandang di arena Judo, tatkala pejudo Jepang meraih medali emas, para penonton yang sebagian besar adalah warga China, dengan antusias memberikan aplaus kepada pejudo Jepang tersebut.

The Asahi Shimbun, 17 Agustus

bisnis.com

Berita Lain

  • Selamatkan dana nasabah
  • Tantangan Obama
  • Alkoholik manula
  • Memanfaatkan momentum
  • Bantuan kemanusiaan
  • Kekosongan catatan e-mail
  • Pelatihan kerja
  • Chrysler & bailout pemerintah
  • Dialog China-Tibet