Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 20/08/2008
Risiko dari transisi di Israel
Sejarah sepertinya tidak bersahabat dengan Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert. Dia harus menghadapi perang melawan Lebanon pada 2006.
Sekarang setelah ternoda oleh skandal keuangan, dia mengumumkan rencana untuk meninggalkan kantor secepat mungkin setelah calon penggantinya ditetapkan.
Olmert tentu mengerti bahwa solusi dua negara dengan Palestina menjadi vital bagi keamanan Israel. Kita berharap penggantinya meneruskan sesuatu yang baik dan membawa pengertian yang lebih besar tentang pentingnya negosiasi.
Ada kesenjangan yang besar antara apa yang diinginkan Olmert tentang kebutuhan atas settlement damai dan apa yang dilakukan terhadap rencana tersebut.
Hanya melakukan pembicaraan secara periodik dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, tidaklah cukup.
Tanpa harus membahayakan keamanan mereka, Israel harus mengambil langkah penting untuk menyejahterakan hidup warga Palestina biasa dan memberikan rasa aman secara nyata.
Dengan hanya seminggu atau sebulan yang tersisa, Olmert bisa memperbarui kewenangannya dan prospek untuk menyetujui, jika dia mengumumkan untuk menahan ekspansi pendudukan oleh warga Yahudi dan meningkatkan ekonomi warga Palestina.
International Herald Tribune, 18 Agustus
bisnis.com