Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 21/08/2008
Jangan terkecoh aktivitas perlindungan paus
Sejumlah kapal Jepang yang melakukan penelitian mengenai paus di Lautan Antartika dikabarkan telah 'diganggu' oleh Masyarakat Peduli Satwa Laut, sebuah LSM dari Amerika Serikat yang peduli keselamatan paus.
Pada awal pekan ini, kepolisian Jepang mengambil langkah pertama dengan mengenakan tuduhan kriminal terhadap anggota kelompok yang terbukti melanggar hukum dalam perburuan paus.
Dalam kaitan itu pihak berwajib telah melepaskan dengan jaminan tiga anggota organisasi tersebut, dua di antaranya adalah warga AS dan seorang lainnya asal Inggris, yang diduga melakukan perusakan.
Pada Februari tahun lalu, kelompok tersebut mendekati Kaiko Maru, sebuah kapal riset milik Institut Penelitian Cetacean, dan melemparkan gumpalan asap ke dalam dek kapal. Tidak hanya itu, mereka juga menebarkan jaring di depan kapal tersebut agar tidak bisa meneruskan perjalanannya.
Sea Shepherd dibentuk pada 1977 sebagai organisasi yang mendukung perlindungan terhadap keselamatan paus dan satwa liar lainnya. Berkantor pusat di AS, LSM tersebut mendanai operasi dari sumbangan global. Kelompok ini juga pernah berusaha menarik perhatian dunia dengan menggunakan televisi dan Internet untuk memperlihatkan aktivitasnya kepada publik dunia.
The Asahi Shimbun, 20 Agustus
bisnis.com