Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 21/08/2008
Pakistan tanpa Musharraf
Akhirnya Presiden Pakistan Pervez Musharraf lengser juga dengan hanya sedikit dilalui ketegangan. Kalangan elite sipil dan pimpinan militer negara itu, yang bekerja sama menggalang pengunduran diri Musharraf, harus tetap solid dan berpandangan bahwa kerja sama yang bertanggung jawab sangat dibutuhkan.
Perpolitikan Pakistan selama ini selalu ditandai dengan kekerasan, baik ditujukan ke pribadi seorang politisi maupun kelembagaan.
Kini, tantangan pertama yang harus dihadapi adalah memilih presiden sipil pertama yang tidak terkait sama sekali dengan pemerintahan diktator sebelumnya. Artinya, presiden mendatang harus melepaskan diri secara total dari kediktatoran seperti yang diperlihatkan Musharraf saat berkuasa. Hal ini termasuk kekuasaan yang nyaris absolut yang memasung kebebasan sipil dan memerintah negara dengan dekrit.
Selain itu para pemimpin politik yang baru terpilih juga harus bekerja cepat untuk menyelesaikan masalah Taliban dan Al Qaeda yang selama ini terbukti merongrong stabilitas Pakistan. Para elite tersebut dituntut untuk segera mengatasi krisis pangan, energi, dan kemiskinan.
International Herald Tribune, 19 Agustus
bisnis.com