Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 23/08/2008
Lebanon dan Suriah
Pada minggu lalu, Suriah dan Lebanon menyetujui membuka hubungan diplomatik. Kita menyambut baik langkah kecil tersebut, tetapi menjadi penting untuk menuju perdamaian di Timur Tengah yang selama beberapa dekade selalu diwarnai dengan konflik berdarah antaragama, pembunuhan, teroris, dan serangan, serta berbagai bentuk kekerasan.
Suriah, salah satu kekuatan utama di kawasan itu, selama bertahun-tahun 'menguasai' kekuatan politik dan militer di Lebanon, sehingga menjadikan negara tetangganya itu seperti bayang-bayang.
Pada 2005, Suriah ditekan untuk menarik tentara mereka dari Lebanon menyusul pembunuhan yang menimpa Rafik Hariri, mantan perdana menteri Lebanon. Suriah yang dianggap berada di balik pembunuhan tersebut akhirnya mendapat tekanan dunia internasional untuk meninggalkan Lebanon.
Sesudah itu, koalisi anti-Suriah menjadi kekuatan utama di Lebanon namun terus mendapatkan perlawanan politk dari kekuatan pro-Suriah. Pada Mei tahun ini, pertempuran pecah di jalanan antara kedua kubu yang berseberangan itu.
Proses untuk menyelesaikan krisis membutuhkan persatuan nasional termasuk dari menteri yang pro-Suriah. Pada perkembangan yang terbaru, Presiden Lebanon Michel Suleiman mengunjungi Suriah dan bertemu mitranya dari Suriah, Bashar al-Assad.
Pertemuan antara kedua pemimpin mungkin bisa meningkatkan kestabilan politik di Lebanon.
• The Asahi Shimbun, 22 Agustus
bisnis.com