Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 23/08/2008

Afghanistan membara

Apa yang terjadi di Afghanistan benar-benar mengkhawatirkan. Pada pekan ini, Taliban memperkuat dua markas mereka dan semakin berani menyerang. Sekitar 100 orang pemberontak membunuh 10 jiwa paramiliter asal Prancis dalam satu serangan dekat Kabul.

Sedikitnya terjadi 10 peristiwa bom mobil yang sepertinya diarahkan ke salah satu markas militer AS, yang meminta korban tiga orang AS dan enam tentara Afghanistan. Serangan awal tersebut juga menelan 12 pekerja Afghanistan.

Kalau AS dan NATO tidak melakukan sesuatu, tahun ini akan menjadi tahun mematikan selama perang Afganistan. Kabul, pemerintahan yang pro-Barat, semakin terkepung. Taliban dan para legiun asing Al Qaeda terus mengonsolidasikan diri untuk memperluas daerah mereka di kawasan sepanjang perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan.

Hal itu secara jelas menggambarkan situasi yang membahayakan. Semakin luas kawasan yang dikuasai Taliban, makin banyak uang yang bisa mereka hasilkan dari bisnis narkotika dan aktivitas pasar gelap. Hal itu  pada akhirnya akan menekan kelompok sipil di Kabul dan Islamabad.

Sudah tidak bisa lagi membuang-buang waktu. Apabila AS dan NATO dan aliansi negara Asia Tengah bertindak cepat, mungkin perang bisa diredam. Langkah selanjutnya harus segera diambil minggu depan.

• International Herald Tribune, 21 Agustus

bisnis.com

Berita Lain

  • Selamatkan dana nasabah
  • Tantangan Obama
  • Alkoholik manula
  • Memanfaatkan momentum
  • Bantuan kemanusiaan
  • Kekosongan catatan e-mail
  • Pelatihan kerja
  • Chrysler & bailout pemerintah
  • Dialog China-Tibet