Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 25/08/2008

'Mesin olahraga' itu bernama China

China mengukuhkan diri sebagai negara terkuat di olahraga setelah meraih medali terbanyak di Olimpiade Beijing, mengalahkan Amerika Serikat (AS).

Ini bisa menjadi pukulan bagi AS yang selama ini selalu menempati posisi teratas di ajang Olimpiade, sejak berakhirnya era Perang Dingin yang saat itu dikuasai Uni Soviet dan Jerman Timur.

China memang sangat serius dalam meningkatkan prestasi olahraganya. Sejak Olimpiade Sydney 2000, China menggelontorkan miliaran dolar AS untuk bidang olah raga demi mencetak atlet-alet tangguh yang dapat menyapu medali emas dalam berbagai event.

Bahkan, ketua komite Olimpiade AS memproyeksikan China akan terus mendominasi Olimpiade pada tahun-tahun mendatang, dan akan menjadi 'mesin olahraga dunia'.

China jelas menjadi ancaman bagi AS di bidang olah raga. Oleh karena itu, AS harus melakukan reposisi dan memperkuat bidang olahraganya untuk mengembalikan kejayaannya.

Namun yang jadi persoalan, AS sedang kesulitan dana. Negara adidaya itu butuh dana besar untuk menstabilkan perekonomian, merehabilitasi peralatan militer, dan kebutuhan lainnya.

Tampaknya AS butuh donatur dan dermawan untuk dana olahraga sebesar US$130 juta per tahun itu.

International Herald Tribune, 23 Agustus

bisnis.com

Berita Lain

  • Selamatkan dana nasabah
  • Tantangan Obama
  • Alkoholik manula
  • Memanfaatkan momentum
  • Bantuan kemanusiaan
  • Kekosongan catatan e-mail
  • Pelatihan kerja
  • Chrysler & bailout pemerintah
  • Dialog China-Tibet