Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 26/08/2008
PR China setelah olimpiade: HAM
Usai sudah pesta olahraga sedunia yang digelar di Beijing, China. Medali emas sesungguhnya dinikmati oleh para elite Partai Komunis China.
Beijing mendapatkan apa yang dikehendakinya melalui siaran televisi secara global. Dengan demikian China dipuji setinggi langit dan dengan mudah meraih reputasi internasional. Namun kami khawatir cengkeraman terhadap masyarakat sipil akan lebih diperketat.
Elite partai memperoleh semua itu tanpa memberikan konsesi apa pun. Ketika negara bertindak semakin represif, Komite Olimpiade Internasional melayangkan protes. Hampir semua pemimpin dunia, juga menyoal hal itu.
Pada pembukaan di Beijing, Presiden George W. Bush seperti ingin memainkan peran bahwa dirinya pencinta olahraga yang tidak mempersoalkan politik. Sebuah permainan politik yang manis karena seolah-olah olahraga saat itu jauh lebih penting.
Dalam perjuangan memenangkan kontes sebagai tuan rumah olimpiade tahun ini, Beijing berjanji untuk menghormati semangat universal kegiatan olahraga sedunia tersebut, seperti antikekerasan, keterbukaan terhadap dunia dan menghormati kebebasan individu.
Ternyata semua janji itu dilanggar. Sebelumnya, Beijing dengan brutal meredam pemberontakan di Tibet.
International Herald Tribune, 24 Agustus
bisnis.com