Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 26/08/2008

NHK 'main mata' dalam membuat program

Bukan rahasia lagi bila Japan Broadcasting Corp. (NHK) menyiarkan banyak program acara melalui kantor cabangnya atas nama pemerintah dan lembaga-lembaga industri.

Di bawah ketentuan yang tengah dirancang dan kemungkinan besar memancing berbagai pertanyaan serius mengenai etika di tubuh badan penyiaran milik publik, anak perusahaan NHK yang memproduksi program acara merencanakan dan menentukan kegiatan seperti simposium bagi klien bisnis mereka dan kemudian membuat program untuk ditawarkan kepada perusahaan penyiaran publik.

Jelas sekali bahwa upaya anak usaha NHK tersebut untuk memenangkan kontrak pembuatan program semacam itu terkait erat dengan kegiatan operasi mereka dalam membuat program televisi untuk induknya yang didanai dari iuran pemirsa.

Kebanyakan program tersebut tidak secara tegas menyatakan sponsor dibelakangnya, baik disebutkan secara lisan maupun melalui teks. NHK juga  tidak menyebutkan program acara itu dikoordinasikan oleh anak usahanya.

Melihat perkembangan itu, wajar bila badan penyiaran itu dikecam karena menayangkan program acara yang sangat sarat pesan-pesan kehumasan tanpa menyebutkan secara terang-terangan. Namun, NHK mengklaim bahwa program yang dibuatnya tidak melanggar masalah etika.

The Asahi Shimbun, 25 Agustus

bisnis.com

Berita Lain

  • Selamatkan dana nasabah
  • Tantangan Obama
  • Alkoholik manula
  • Memanfaatkan momentum
  • Bantuan kemanusiaan
  • Kekosongan catatan e-mail
  • Pelatihan kerja
  • Chrysler & bailout pemerintah
  • Dialog China-Tibet