Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 29/08/2008

Korut ingin aktifkan lagi program nuklir

Apa yang tampak sebagai gambaran terakhir dari sebuah kondisi negara yang makin kritis, Menteri Luar Negeri Korut menjatuhkan 'bom' awal pekan ini dengan pernyataannya yang membuat orang terheran-heran.

Menurut pernyataan itu, Pyongyang tidak hanya memutuskan untuk menghidupkan kembali kegiatan operasi fasilitas nuklirnya tetapi juga mempertimbangkan untuk memulihkannya seperti sedia kala.

Berdasarkan kesepakatan yang dicapai Oktober-di bawah skema pembicaraan enam pihak yang melibatkan dua Korea, Jepang, China, Rusia, dan AS-ditekankan bahwa Korut akan menghadapi berbagai aksi kecuali bila Pyongyang menghentikan program nuklirnya.

Pembekuan semua fasilitas nuklir milik negara komunis tersebut diambil sebagai aksi tahap kedua, tetapi Pyongyang kini tidak mengakui lagi kesepakatan itu.

Sebagai aksi tahap kedua lainnya, Korut mengeluarkan deklarasi mengenai program nuklirnya pada Juni lalu. Pada awal pekan ini, Pyongyang mengeluhkan sikap AS yang tampaknya tidak serius mencabut status negara itu sebagai pendukung terorisme. Itulah mengapa Korut menuduh Washington yang melanggar kesepakatan pembicaraan enam pihak. 

Tentu saja kami melihat alasan Korut tersebut tidak masuk akal. Itu cuma tipu muslihat dan sangat mengada-ada.

The Asahi Shimbun, 28 Agustus

bisnis.com

Berita Lain

  • Selamatkan dana nasabah
  • Tantangan Obama
  • Alkoholik manula
  • Memanfaatkan momentum
  • Bantuan kemanusiaan
  • Kekosongan catatan e-mail
  • Pelatihan kerja
  • Chrysler & bailout pemerintah
  • Dialog China-Tibet