Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 02/09/2008
Nuklir, India dan Bush
Jika Anda merasa khawatir tentang pembicaraan mengenai senjata nuklir dunia, ada sedikit berita baik. Banyak negara yang berketetapan untuk menekan AS dan India terkait dengan kebijakan nuklir mereka.
Selama 30 tahun, sejak India menggunakan program nuklir mereka untuk membuat bom, dunia melarang menjual teknologi nuklir ke India. Tiga tahun lalu, Presiden Bush menyetujui, dengan beberapa kondisi tertentu, untuk membatalkan larangan tersebut. Akhirnya mereka menjual reaktor dan bahan bakar ke India.
Gedung Putih tidak menghiraukan kritik yang menyatakan penghapusan larangan tersebut akan menekan Iran dan negara lainnya yang sebelumnya diminta untuk menghapuskan ambisi membentuk kekuatan nuklir.
Pemerintahan Bush, dan para pelobi tingkat tinggi India, melakukan pendekatan dengan Kongres untuk memberikan persetujuan awal. Namun, apabila persetujuan itu bisa dilanjutkan, 45 anggota dari Nuclear Suppliers Group harus juga menyetujui.
Pada pertemuan bulan ini, lebih dari 20 pemerintah menunda persetujuan. Mereka tetap bertahan untuk tidak menjual teknologi nuklir kepada India dan para pemasok tersebut akan menghentikan semua penjualan jika India melakukan tes persenjataan.
International Herald Tribune, 31 Agustus
bisnis.com