Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 03/09/2008

McCain harus tampil utuh

Tak lama lagi Konvensi Nasional Republik akan mengesahkan John McCain untuk berlaga melawan Obama untuk menjadi orang nomor satu Gedung Putih.

Orang tidak dapat mengabaikan peran McCain hanya dengan mengatakan dia bagian dari pemerintahan Bush berikut segala keburukannya, termasuk di percaturan politik internasional serta kemerosotan ekonomi AS setahun terakhir.

Tugas calon presiden dari Republik itu adalah untuk mengajak rakyat AS untuk tidak memilih dia semata-mata hanya karena memiliki ideologi yang sama dengan Bush.

Ini adalah tantangan besar bagi McCain dan kinerjanya pada masa datang akan dilihat dari momentum konvensi partai. Publik dalam mengukur secara langsung apakah McCain mampu untuk memainkan peran tersebut.

Dengan demikian, tugas capres tersebut pekan-pekan ini sungguh berat. Apalagi badai Gustav menghantam sebagian wilayah AS dan memaksa Presiden Bush dan Wapres Dick Cheney menunda kunjungan mereka ke St Paul, Minnesota.

Terjangan Gustav mengingatkan rakyat AS tentang salah satu bab terburuk dalam kepemimpinan Bush. Kita masih ingat betapa dia terlambat menyikapi terjadinya badai Katrina, sebuah sikap yang menggambarkan ketidakmampuan, kronisme, dan kebutaan ideologi pemerintahan Bush.

International Herald Tribune, 1 September

bisnis.com

Berita Lain

  • Selamatkan dana nasabah
  • Tantangan Obama
  • Alkoholik manula
  • Memanfaatkan momentum
  • Bantuan kemanusiaan
  • Kekosongan catatan e-mail
  • Pelatihan kerja
  • Chrysler & bailout pemerintah
  • Dialog China-Tibet