Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 04/09/2008
Kesepakatan nuklir Korea Utara
Korea Utara memang telah melakukan serangkaian tindakan yang melanggar hak asasi manusia. Namun, ketika mereka menyalahkan Pemerintahan Bush yang mengingkari kesepakatan di bawah perjanjian denuklirisasi, rezim tersebut berada pada jalur yang benar.
Korut menghentikan reaktor nuklir utamanya karena negara itu akan terlihat bodoh apabila menggagalkan perjanjian denuklirisasi di Semenanjung Korea.
Presiden Bush mengumumkan pada Juni bahwa dengan pemantauan dari perjanjian Enam Pihak, dia meminta Kongres menghapuskan negara itu dari daftar negara yang menjadi sponsor terorisme.
AS setuju untuk mengambil langkah tersebut sebagai respons dari Korea Utara yang mengumumkan penghentian aktivitas nuklir. Berangkat dari prinsip aksi untuk aksi, Korut kemudian menghentikan reaktor nuklir di Yongbyon.
Awalnya, semua berjalan seperti yang direncanakan yang tumbuh lewat negosiasi antara China, Korsel, Rusia dan Jepang melengkapi Korut serta AS. Namun, kelompok skeptis di Washington mulai menuntut verifikasi atas pengumuman Korut sebelum mengambil langkah mengeluarkan negara itu dari daftar pendukung terorisme.
The Boston Globe, 2 September
bisnis.com