Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 08/09/2008

Kerusuhan di Thailand

Situasi politik di Thailand semakin memanas, dengan tidak ada prospek penyelesaian. Di Bangkok, pertikaian antara kekuatan pro dan antipemerintah menghasilkan korban dan memaksa PM Samak Sundaravej menetapkan keadaan darurat.

Para pemrotes antipemerintah, People's Alliance for Democracy (PAD) telah menduduki kantor perdana menteri dan meminta untuk mengundurkan diri. Setelah 10 hari, mereka belum menunjukkan tanda-tanda menarik diri. Perdana menteri menolak untuk mundur. Bagaimana pertikaian ini bermula?

PAD menuduh mantan PM Thaksin Shinawatra melakukan korupsi. Militer bersama dengan PAD melakukan kudeta pada September 2006. Partai Taksin, Thai Rak Thai Party dipaksa membubarkan diri. Mantan pendukung Thai Rak Thai mendirikan People Power Party (PPP).

Pada Mei, PM Samak mencoba untuk mengamendemen konstitusi Thailand yang memungkinkan Thaksin untuk kembali. PAD bereaksi dengan menggelar demonstrasi massa.

PAD meneruskan perjuangannya dengan menduduki kantor PM dan berharap aksi tersebut akan membuat militer bereaksi, seperti pada 2006.

Saat ini, militer, yang memiliki otoritas untuk melakukan pengamanan sesuai dengan UU darurat, belum menunjukkan tanda-tanda bersiap untuk bertindak terhadap pemerintah. Kami berharap militer tetap tenang. Pertumpahan darah harus dihindari dengan cara apa pun. Kami berharap Thailand mengedepankan demokrasi.

The Asahi Shimbun,  6 September 2008

bisnis.com

Berita Lain

  • Selamatkan dana nasabah
  • Tantangan Obama
  • Alkoholik manula
  • Memanfaatkan momentum
  • Bantuan kemanusiaan
  • Kekosongan catatan e-mail
  • Pelatihan kerja
  • Chrysler & bailout pemerintah
  • Dialog China-Tibet