Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 08/09/2008

'McCain yang dulu, silakan kembali'

Saat John McCain tampil di panggung pada Kamis malam, kami ragu jika akan ada tanda Sang Senator. Pada Kamis malam, orang Amerika melihat John McCain yang dulu. Dia berbicara mengenai horor saat dia di Vietnam.

Dia juga berbicara mengenai memerangi korupsi. Dia mengatakan Republikan 'kehilangan kepercayaan dari rakyat AS dan berjanji untuk mendapatkannya kembali.

Namun, ada juga pandangan yang mengerikan dari John McCain baru yang mempertanyakan patriotisme rivalnya, yang disebutnya 'saya pertama, dan negara nomor dua.' Sebagai contoh, Obama menentang senjata nuklir. Tidak ada penyebutan reformasi imigrasi atau pemanasan global, isu yang ditandatangani McCain sebelum memenangi nominasi.

Pada bagian akhir, kami tidak bisa menjelaskan perbedaan yang besar antara John McCain pada Kamis malam dan orang yang melakukan kampanye dengan marah dan mengejek. Dia bisa berbicara dengan nada tinggi mengenai bipartisan dan memperbolehkan timnya menyerang rivalnya.

Rakyat Amerika memiliki hak untuk meminta John McCain menjadi presiden. Kami berharap McCain mulai menjawab dengan menghentikan menyerang patriotisme Obama dan mulai melakukan yang serius, debat publik.

International Herald Tribune, 5 September

bisnis.com

Berita Lain

  • Selamatkan dana nasabah
  • Tantangan Obama
  • Alkoholik manula
  • Memanfaatkan momentum
  • Bantuan kemanusiaan
  • Kekosongan catatan e-mail
  • Pelatihan kerja
  • Chrysler & bailout pemerintah
  • Dialog China-Tibet