Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 03/10/2008
Irak mulai bangkit
Undang-undang pemilihan umum yang baru, secara sendiri, tidak dapat menghentikan kekerasan sektarian. Namun, dengan mengadopsi undang-undang pekan lalu, anggota Parlemen Irak dengan jelas mengakui keuntungan pertarungan kekuasaan dengan alat politik.
Dalam situasi seperti ini, anggota Parlemen tampak membuat kompromi. Dengan berkurangnya kekhawatiran terhadap pengikut Sadr, PM Syiah Nuri Kamal al-Maliki dan sekutunya dalam Islamic Supreme Council memiliki kesempatan untuk meningkatkan wakil mereka di Parlemen.
Dengan kekayaan minyaknya, politisi Irak menuju suatu kerja sama dan memiiki identitas nasional yang sama. Bahkan untuk kota yang bertikai seperti Kirkuk, di mana kaum Kurdi ingin membawa pada kekuasaan Pemerintah Otonomi Kurdi di utara, melawan keinginan orang Turki dan Arab.
Parlemen memberi pilihan kepada komite kelompok besar untuk menentukan status Kirkuk. Penduduk kota belum akan memilih. Namun, dengan membaiknya keamanan, resolusi terhadap Kirkuk akan lebih mudah.
Dengan belum dieksploitasinya ladang minyak di Irak selatan, kesejahteraan Kurdi akan lebih baik dalam jangka panjang jika mereka ada secara proporsional dalam populasi Irak. Irak baru akan muncul, dan tidak perlu pendudukan asing di tanah Irak.
International Herald Tribune, 1 Oktober
bisnis.com