Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 04/10/2008

Pertanian Jepang krisis!

Negeri ini selalu digambarkan dengan kesuburan lahan pertanian dan sawah ladangnya. Namun bagi masyarakat di perdesaan, eksistensi mereka sebenarnya tengah terancam karena kegiatan pertanian ternyata lebih banyak dilakoni oleh orang-orang tua.

Akibatnya sungguh serius. Lihat saja, sekitar 380.000 hektare lahan pertanian di Jepang kini tidak terurus karena tidak ada yang membajak. Kondisi ini mewakili 10% lahan pertanian di seluruh negeri.

Untuk memacu program swasembada pangan dan sekaligus menjaga kelestarian alam, tren tidak menggembirakan tersebut harus dihentikan.

Seperti kita ketahui, pemerintah tengah mengkaji langkah-langkah untuk menghidupkan kembali lahan pertanian yang terbengkalai. Beberapa hal yang dikaji misalnya sistem peminjaman lahan, peminjaman traktor dari pemilik lahan, dan sistem jual beli lahan.

Persoalannya adalah langkah-langkah tersebut hanya efektif bagi mereka yang sudah bekerja di sektor pertanian, sehingga tampaknya masih jauh untuk memberikan solusi bagi akar masalah yang dihadapi.

Harian ini berpendapat bila pemerintah tidak mengambil langkah terobosan untuk mengatasi hal itu, kegiatan persawahan tinggal menunggu saatnya menuju kematian. Apalagi sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa anak petani ataupun cucu petani tidak sudi lagi bertani.

bisnis.com

Berita Lain

  • Selamatkan dana nasabah
  • Tantangan Obama
  • Alkoholik manula
  • Memanfaatkan momentum
  • Bantuan kemanusiaan
  • Kekosongan catatan e-mail
  • Pelatihan kerja
  • Chrysler & bailout pemerintah
  • Dialog China-Tibet